Kontrasepsi Pria dari Buah Leunca

mepnews.id – Adinda Shakira Pundi Laras, mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), tergerak untuk mengatasi minimnya variasi pilihan alat kontrasepsi Pria. Ia bersama tim menciptakan alat kontrasepsi nabati menggunakan formula tansdermale patch berbahan dasar buah leunca. Alat ini dinilai mampu menjadi antifertilitas.

Dikabarkan situs resmi umm.ac.id edisi 27 Oktober 2023, penggunaan alat kontrasepsi nabati ini mudah dan sederhana. Menurut Adinsa, caranya hanya dengan menempelkannya ke bagian tubuh tertentu dan membiarkan zatnya meresap ke dalam tubuh. Tak butuh waktu lama, patch ini mampu menurunkan jumlah rata-rata spermatozoa pada laki-laki.

“Alat kontrasepsi nabati ini jauh lebih sederhana dalam pemakaiannya,” ujar mahasiswa angkatan 2020 itu.

Formula tansdermale patch merupakan media yang menghantarkan obat melalui kulit. Produk ini juga dikombinasikan dengan beberapa bahan lainnya, seperti HPMV-PVP dengan bahan aktif ekstrak etanol daun binahong. Pencampuran ini memungkinkan produk memiliki elastisitas yang baik serta mampu menyerap air.

Adinda yang saat ini menempuh pendidikan di Program Studi Farmasi tersebut itu juga menekankan, penggunaan alat ini relatif aman.

“Bahan-bahan tersebut dipilih karena banyak membawa manfaaat. Di antaranya mudah dilepaskan, menghindari degradasi obat di saluran pencernaan, praktis dan nyaman, dan mudah dihilangkan apabila ditemukan efek negatif,” tambahnya.

Pemilihan buah leunca juga karena telah terbukti secara ilmiah mengandung senyawa tanin, saponin, flavonoid, serta solasodin. Senyawa ini dapat memengaruhi spermatogenesis karena menekan sekresi hormon yang diperlukan selama proses reproduksi.

“Pemilihan bahan dan media ini diharapkan mampu secara efektif meningkatkan partisipasi laki-laki dalam menunda kehamilan dan kelahiran anak. Secara sistemik ini akan mampu menekan angka pertumbuhan penduduk di Indonesia. Dalam jangka panjang, diharapkan mampu meningkatkan kualitas penduduk Indonesia,” tambahnya.

Pengembangan produk alat kontrasepsi nabati ini telah melewati berbagai proses, mulai dari uji pH, uji kelembaban, dan berbagai lainnya. Adinda mengatakan, produk tersebut sudah 90% rampung dan baru akan diujicobakan ke kalangan terdekat terlebih dahulu.

“Untuk saat ini kita berfokus pada produksi dan penggunaan untuk lingkup terdekat terlebih dahulu. Namun, tidak menutup kemungkinan dalam pengembangannya, produk ini dapat diproduksi dan dipasarkan secara luas sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat banyak,” pungkasnya.

 

Article Tags

Facebook Comments

Comments are closed.