mepnews.id – Tren minuman kopi di kalangan anak muda dimanfaatkan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berinovasi menggabungkan cita rasa kopi dengan manfaat kesehatan daun kelor. Kelopi on Wheels menjadi brand yang lahir dari semangat kewirausahaan melalui program Pendanaan P2MW 2025.
Dikabarkan situs resmi uny.ac.id, Kelompok P2MW Kelopi on Wheels terdiri atas Deny Bagus Pramono Putra, Salsabila Rodiyah, Oktafiana Wulandari, dan Berlan Dwi Tama dengan latar belakang mahasiswa program studi Pendidikan Ekonomi dan satu yang punya pengalaman sebagai barista.
Gagasan menghadirkan kopi kelor berawal dari keprihatinan akan kebiasaan minum kopi yang sering mengabaikan aspek kesehatan terutama penggunaan gula berlebih. Maka, daun kelor dipadukan dengan kopi. Kelor yang dikenal sebagai super food ini kaya antioksidan dan manfaat kesehatan lainnya.
Namun, menciptakan racikan kopi kelor autentik bukanlah hal mudah. Tim harus melalui berbagai uji coba dengan mengombinasikan bubuk kopi dan daun kelor dalam beragam perbandingan. Setiap percobaan dicatat detail; rasanya, aromanya, hingga warnanya. Akhirnya tim menemukan komposisi seimbang yang mempertahankan cita rasa khas kopi sekaligus menghadirkan sentuhan unik daun kelor.
Setelah produk jadi, tantangan berikutnya adalah membangun kepercayaan konsumen. Awalnya banyak yang ragu menikmati kelor dalam secangkir kopi. Namun, setelah mencoba, konsumen mengakui rasa unik yang dihadirkan. Rasa kopi tetap kuat, tetapi ada keunikan khas kelor.
Untuk memperkenalkan produk, tim Kelopi on Wheels membuka kios di Jalan Sagan, Yogyakarta, dan memperluas distribusi melalui varian botol yang dititipkan di kantin FEB dan FT UNY. Produk juga dipasarkan lewat platform digital GoFood.
Keunggulan Kelopi on Wheels terletak pada penggunaan bubuk daun kelor sebagai unique selling point (USP). Di Yogyakarta, Kelopi on Wheels menjadi pionir kopi kelor sehingga mampu membedakan diri dari kompetitor.
Kelopi on Wheels tidak hanya ingin dikenal di lingkup lokal, tetapi juga berambisi merambah pasar nasional bahkan internasional. Mereka berani bermimpi untuk mengekspor kopi kelor sebagai inovasi khas Indonesia yang sehat dan autentik. (Nazwa S. Hazahra)


