
Buah tengkawang.
mepnews.id – Buah tengkawang (illipe butter) makin mendapat perhatian sebagai bahan alami produk kosmetik. Minyak yang dihasilkan dari biji tengkawang kaya asam lemak, termasuk asam stearat dan asam oleat. Asam yang baik ini bermanfaat sebagai pelembap alami, membantu regenerasi sel kulit, meningkatkan elastisitas, serta memberikan hidrasi jangka panjang. Kandungan antioksidan dan sifat penyembuhan pada minyak tengkawang menjadikannya alternatif alami yang berkelanjutan untuk berbagai produk kecantikan.
Arcia memamerkan hasil produk tengkawang dalam kegiatan Equator Architecture Forum (EAF) di UPA Perpustakaan Universitas Tanjungpura. Dikabarkan situs resmi untan.ac.id, pameran produk olahan buah tengkawang ini sempat ditengok Mendiktisaintek Prof Dr Brian Yuliarto ST MEng PhD yang didampingi Rektor Prof Dr Garuda Wiko SH MSi.
Hadi Susanto, owner sekaligus founder Arcia, menjelaskan tengkawang merupakan tumbuhan endemik Kalimantan Barat yang perlu dijaga kelestariannya agar tidak punah akibat penebangan liar. “Buah tengkawang yang dianggap tak bernilai justru dapat menjadi potensi besar bagi masyarakat untuk peningkatan ekonomi,” ujarnya.
Produk olahan buah tengkawang sangat beragam. Mulai dari kosmetik, pangan, hingga obat-obatan.
“Keunggulan kosmetik berbahan dasar tengkawang terletak pada efektivitasnya. Pemakaian sedikit saja sudah memberikan hasil maksimal. Produk kosmetik Arcia berbahan tengkawang telah mengantongi izin edar dari BPPOM dengan kisaran harga Rp25 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Saat ini telah dipasarkan di tingkat lokal maupun nasional,” jelasnya.
Dengan potensi besar, pengembangan olahan buah tengkawang tidak hanya berkontribusi pada dunia kecantikan tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mengangkat ekonomi masyarakat Kalimantan Barat melalui pemanfaatan kearifan lokal berkelanjutan.
Prof Garuda Wiko menyampaikan apresiasi terhadap upaya pemanfaatan tengkawang sebagai produk bernilai tinggi. Menurutnya, pengembangan berbasis kearifan lokal ini sejalan dengan misi perguruan tinggi dalam mendorong riset dan inovasi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
“Pemanfaatan tengkawang tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga bagian dari menjaga kelestarian lingkungan dan identitas Kalbar sebagai daerah yang kaya keanekaragaman hayati,” ungkap Garuda Wiko. (ian)


