mepnews.id – Penyakit gastritis menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat berakibat fatal. Penyakit yang menyerang lambung itu dapat disebabkan berbagai faktor. Salah satunya akibat penggunaan obat anti inflamasi non steroid (NSAID = Non-Steroid Anti-Inflamation Drug) dalam jangka panjang.

Dr Willy Sandhika, dosen Fakultas Kedokteran Unair
Dr Willy Sandhika dr MSi Sp PA(K), dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga, memaparkan hasil penelitiannya bahwa konsumsi obat anti-inflamasi dalam jangka panjang dapat membahayakan kesehatan lambung dan berisiko menyebabkan gastritis.
Gastritis terjadi saat ada peradangan pada lapisan mukosa atau selaput lendir lambung. Sering disebut radang lambung. Penyakit ini bisa muncul dalam waktu cepat (akut) dan bisa berlangsung dalam waktu lama (kronis).
“Konsumsi jenis obat-obatan anti nyeri, seperti aspirin, diclofenac atau NSAID lainnya bisa meningkatkan risiko gastritis atau membuatnya semakin parah. Efek samping dari obat NSAID bisa pada kerusakan saluran cerna. Penyebabnya adalah mekanisme dan bahan-bahan yang terkandung dalam obat anti nyeri,” ungkapnya.
Gastritis bisa terjadi saat lapisan lambung rusak akibat penggunaan NSAID dalam jangka panjang. Risiko komplikasi gastrointestinal meningkat seiring bertambahnya usia, riwayat tukak lambung, riwayat perdarahan gastrointestinal, dosis NSAID yang lebih tinggi, dan penggunaan kortikosteroid secara bersamaan.
“Bahan-bahan yang ada dalam obat anti nyeri disebut bisa menghambat enzim cyclo-oksigenase (COX) pada lambung yang berfungsi dalam mekanisme nyeri serta pertahanan lapisan mukosa lambung yang mana dapat berakibat erosi pada mukosa lambung. Selain itu, obat ini dapat menghambat enzim COX-1 dan COX-2, yang berperan dalam produksi prostaglandin yang berfungsi melindungi lambung,” ungkapnya.
Edukasi Masyarakat
Dr Willy menyebut bahwa dalam menangani permasalahan tersebut, diperlukan edukasi secara efektif pada masyarakat tentang efek samping obat-obatan jenis NSAID. Hal tersebut diperlukan agar dapat mengubah pola pikir masyarakat yang sudah banyak terdoktrin dengan promosi dan iklan dari produk obat anti-nyeri tersebut.
“Saran yang dapat saya berikan yaitu gunakan obat topikal seperti kompress, koyo, bobok dan minyak gosok untuk menangani masalah nyeri otot dan sejenisnya. Masyarakat perlu memahami efek samping penggunaan NSAID serta waspada karena masih ada oknum yang mencampur obat anti inflamasi pada jamu, sehingga menimbulkan efek yang lebih cepat,” ungkapnya.(*)


