mepnews.id – Festival Kuliner Pandalungan (FKP) 2025 dibuka Senin 3 Maret 2025 di Cinema Mall Jember oleh Bupati Muhammad Fawait SE MSc dan Direktur Politeknik Negeri Jember (Polije) Saiful Anwar STP MP.
Dikabarkan situs resmi polije.ac.id, festival ini berlangsung sepanjang Maret 2025 dan menghadirkan beragam kuliner khas serta inovasi dari UMKM lokal.
Festival tahun ini menghadirkan 30 stand. Ada 25 stand naungan Lembaga Pemberdayaan UMKM Muhammadiyah Jember, 1 stand promosi Jurusan BKP, serta beberapa stand dari Prodi Destinasi Pariwisata dan Produksi Media.
Berbagai kuliner khas Pandalungan digelar. Ada telur petis, rawon pecel, soto ambengan, suwar-suwir, hingga minuman tradisional seperti Bir Pletok dan Wedang Uwuh. Selain menikmati kuliner, pengunjung juga dapat mengikuti sembilan jenis perlombaan dan aktivitas, yakni lomba tahfidz, mewarnai, fashion show anak dan remaja, cooking class for kids, lomba video kreasi masakan, Mobile Legends, PES Console, Pound Fit, dan fashion show remaja.
Dalam sambutannya, Bupati Jember mengapresiasi penyelenggaraan FKP 2025 yang mengangkat kekayaan budaya dan kuliner khas Pandalungan sebagai identitas masyarakat Jember.
“Festival ini tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM lokal. Kami ingin memastikan kuliner khas Jember dan Pandalungan semakin dikenal di tingkat regional maupun nasional,” ujar Fawait.
Ia juga menekankan pentingnya peran Polije dalam pengembangan sektor pangan dan pariwisata di Jember.
“Saya berharap Polije terus berperan aktif dalam pengembangan industri pangan di daerah ini. Dengan reputasi mendunia, Polije memiliki potensi besar untuk menciptakan inovasi dan mendukung program ketahanan pangan di Jember,” tambahnya.
Bupati Jember Muhammad Fawait berharap festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang semakin berkembang dan memberikan dampak luas bagi perekonomian daerah.
Direktur Polije menegaskan, FKP merupakan bagian dari metode Project-Based Learning (PBL) di Jurusan Bahasa, Komunikasi, dan Pariwisata (BKP). Kegiatan ini juga bertujuan memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) pendidikan tinggi, dengan melibatkan mahasiswa dari program studi Destinasi Pariwisata (Despar) dan Produksi Media (Promed).
“FKP adalah bukti nyata mahasiswa Polije tidak hanya belajar teori tetapi juga terlibat langsung dalam dunia industri. Mereka merancang acara, mengelola komunikasi bisnis, dan menjalankan strategi pemasaran. Ini pembelajaran yang sangat berharga bagi mereka,” ujar Saiful Anwar.
Ia menambahkan, festival ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengenalkan potensi pariwisata dan kuliner Jember.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi lulusan yang siap kerja, tetapi juga inovator yang mampu menciptakan peluang usaha baru di bidang pariwisata dan kuliner. Ini bagian dari visi Polije untuk mencetak wirausaha muda yang kompetitif,” jelasnya.
Direktur Polije menegaskan komitmen Polije dalam mendukung perkembangan sektor pariwisata dan kuliner. “Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan inovasi di bidang kuliner dan pariwisata. Harapannya, festival ini bisa semakin besar dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.”
Polije dan seluruh pihak yang terlibat mengucapkan terima kasih kepada semua mitra yang telah mendukung suksesnya FKP 2025.


