Unair Resmikan Airlanggga Institute for Learning and Growth

mepnews.id – Universitas Airlangga (Unair), melalui Direktorat Keuangan, menggelar kick-off peresmian unit Airlangga Institute for Learning and Growth (AILG), di Ruang AILG, Lantai 15 Gedung ASEEC Tower, kampus Dharmawangsa-B pada 28 Agustus 2024.

Dengan dibentuknya AILG, saat ini Unair telah memiliki lembaga atau unit pengembangan dan pelatihan multibidang yang berkualitas. AILG adalah unit yang berisi pakar UNAIR dari
berbagai disiplin ilmu yang berkolaborasi dan diharapkan mampu berkontribusi untuk masyarakat maupun Unair sendiri.

Rektor Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak memimpin peresmian unit baru ini. Rektor menyampaikan, peresmian Unit AILG dalam rangka integrasi Unair yang memiliki potensi luar biasa di berbagai bidang. “Para dosen yang kompeten dalam jumlah banyak tentu adalah kekayaan intelektual yang menjadi potensi.”

Prof Nasih juga menyampaikan harapan atas diresmikannya AILG dan pentingnya sertifikasi untuk menunjang kualitas suatu badan. “Semoga AILG mampu berkembang dengan kualitas yang baik dan mampu menjadi kompetitor bagi badan lain yang sebidang. Sertifikasi tentunya adalah hal yang penting bagi dunia pelatihan dan perkembangan saat ini, tentunya ini adalah pasar yang luar biasa karena mampu mencakup semua bidang, seperti hukum dan ekonomi.”

Dr Ardianto SE MSi Ak, selaku perwakilan Tim Adhoc AILG, mengungkapkan latar belakang terbentuknya AILG sebagai ruang kolaborasi antar intelektual di Unair. “Unair tentu memiliki aset non-fisik seperti reputasi dan keahlian harus kita share strategi itu kepada masyarakat. Maka kita memberikan ruang kepada tenaga ahli Unair untuk berkontribusi di lembaga ini. Jadi, tidak hanya mengajar, namun juga berkiprah untuk masyarakat dalam bentuk pelatihan dan konsultasi.”

Direktur Keuangan UNAIR tersebut juga mengungkapkan pentingnya kolaborasi berkualitas akan berdampak pada peningkatan performa pendapatan Unair. “Kolaborasi juga akan terlaksana dengan unit-unit lain yang sudah ada, seperti sustainability ataupun teknologi. Unit ini akan melaksanakan kerjasama untuk mempercepat pencapaian output. Lalu juga ada outcome dan income. Oleh karena itu, kita tidak hanya bergantung pada income seperti UKT mahasiswa saja. Kita bisa meringankan beban mahasiswa dan pemerintah karena mendapatkan pendapatan non-UKT.”

 

Facebook Comments

Comments are closed.