Kakanwil Kemenag Jatim Wajibkan ASN Bersikap Moderat

mepnews.id – Kemenag Tuban melakukan pembinaan untuk seluruh ASN, pada Jumat 19 Januari 2024, di MAN 2 Tuban, Pembinaan disampaikan oleh Kakanwil Kemenag Jatim Dr H Husnul Maram MHi.

Mengawali kegiatan, H Moh. Qosim selaku Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban menyampaikan terima kasih atas kehadiran Kakanwil Kemenag Jatim.

“Semoga dapat memberikan motivasi kepada ASN di lingkungan Kemenag Tuban untuk tetap mengedepankan integritas, profesionalisme dan pelayanan publik yang lebih baik,” kata Qosim sebelum menutup sambutan dengan membacakan dua pantun nasehat.

Sebelum pembinaan oleh Kakanwil Kemenag Jatim, ditampilkan seni bela diri oleh siswa MAN 2 Tuban sebagai salah satu bentuk apresiasi atas prestasinya.

Dalam pembinaan yang diikuti ratusan peserta, Husnul Maram mewanti-wanti seluruh ASN untuk berkomitmen pada kewajiban.

Pertama, ASN wajib bersyukur kepada Allah SWT dengan cara melaksanakan tugas sebaik-baiknya. “Tidak ada ASN yang bekerja tidak profesional, semacam melakukan pungutan liar, menerima gratifikasi, atau sejenisnya, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ia menegaskan.

Kedua, seluruh kegiatan harus didasarkan pada profesionalitas dan sikap moderat. Terkait moderat, diartikan dengan tawasuth alias mengambil jalan tengah. “Memilih yang tengah, jangan yang kanan maupun yang kiri,” kata ia hingga mendapat tepukan tangan dari hadirin.

Ia menambahkan, minimal tiga ciri yang harus dimiliki ASN di lingkungan Kementerian Agama. Pertama, memiliki komitmen kebangsaan yaitu komitmen kepada Pancasila, UUD 1945, dan NKRI. Kedua, anti kekerasan fisik, verbal, maupun seksualitas. Ketiga, melakukan penguatan keluarga maslahat yang dikenal dengan Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) sebagai bentuk kerjasama Kemenag dengan PB NU dalam menangani persoalan keluarga, di antaranya soal stunting.

Mengakhiri sambutannya, Husnul mengajak seluruh peserta mengepalkan tangan sambil mengucapkan ‘semangat pagi-pagi’. “Dua kali. Tidak boleh lebih dan kurang,” yang lagi-lagi mendapatkan tepuk tangan hadirin.

Sebelum doa untuk menandai berakhirnya kegiatan, dilakukan penyerahan buku dan novel tentang moderasi beragama. (Zid)

Facebook Comments

Comments are closed.