Prodi Akuakultur untuk Tingkatkan Potensi Perairan Indonesia

mepnews.id – Dua pertiga luas wilayah Indonesia, atau 5,8 juta km², merupakan wilayah perairan dengan 81 ribu km garis pantai. Dengan lanskap seperti itu, Indonesia memiliki potensi besar di bidang perairan. Potensi itu membuat Universitas Airlangga (Unair) ingin mengoptimalkannya.

Darmawan Setia Budi

Program Studi S1 Akuakultur Sekolah Ilmu Kkesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Unair berdiri antara lain karena permintaan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi lewat Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No.276/E.E2/DT/2014 perihal Mandat Penyelenggaraan Program-program Studi baru di Luar Kampus Utama pada Universitas Airlangga di Banyuwangi.

Darmawan Setia Budi SPi MSi, selaku Koordinator Program Studi Akuakultur SIKIA Unair, menuturkan program studi Akuakultur berkontribusi untuk meningkatkan potensi perairan di Indonesia lewat perkuliahan. Proses perkuliahan didukung fasilitas lengkap secara luring, daring, maupun hybrid. Praktikum dilaksanakan di laboratorium yang memiliki fasilitas alat lengkap yang dapat menunjang kemampuan hardskill.

“Selain itu, praktikum juga dilaksanakan dengan field trip ke berbagai lokasi sesuai objek mata kuliah, seperti ke Pulau Tabuhan, Pantai Pulau Merah, lokasi industri perikanan di Banyuwangi serta luar Banyuwangi seperti Bali dan Situbondo,” jelas Darmawan.

Prodi Akuakultur telah menghasilkan manuscript jurnal hasil penelitian dan luaran yang diaplikasikan ke masyarakat. Di antaranya produksi ikan nila monoseks dan teknologi pakan mandiri ikan nila yang diterapkan di Polobete Fish Farm, Pinrang, Sulawesi Selatan hasil kolaborasi dengan UNHAS dan BRIN; Klinik Kesehatan Ikan bekerja sama dengan Dinas Perikanan Banyuwangi, dan lain sebagainya

“Inovasi baru selalu lahir untuk menunjang kemajuan akuakultur secara lokal, nasional, maupun global,” jelas Darmawan

Jenjang karir yang luas dan potensial dari Prodi Akuakultur mendukung para alumni mendapatkan kesempatan kerja. Sebaran alumni akuakultur sebagai ASN terafiliasi di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Perikanan Kabupaten Buleleng, dan Dinas Perikanan Provinsi NTB. Di perusahaan multinasional terafiliasi di PT Suri Tani Pemuka, JALA Tech, E-Fisheries, dan lain-lain. Di taraf internasional, lulusannya terafiliasi di Long-line, WWF, dan lain-lain.

Fleksibilitas keilmuan juga ditunjukkan dengan adanya alumni yang bekerja di luar bidang keilmuan, seperti perbankan dan multimedia. Juga terdapat alumni yang kembali ke kampus mengabdi sebagai tenaga kependidikan dan dosen atau pengajar.

“Kami memberikan materi pembelajaran sesuai kebutuhan industri sehingga menunjang karir dan cita-cita yang diinginkan mahasiswa,” kata Darmawan. (*)

Facebook Comments

Comments are closed.