Mahasiswa Filkom UB Kunjungi Jepang

mepnews.id – Ifadatul Khoiroh dan Ana Balqis Sholehah, mahasiswa Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (Filkom UB), terpilih mengikuti program Student Exchange di Jepang selama 19 Februari – 1 Maret 2023. Mahasiswa yang tergabung pada student employee di Laboratorium Jaringan Berbasis Informasi ini mendapatkan rekomendasi dari Ketua Departemen Teknik Informatika, Achmad Basuki ST MMG PhD.

Menurut Ifa, ia mendapat info undangan EBA Minamata Fieldwork Program kepada Universitas Brawijaya. Lali, ia bersama Ana direkomendasikan mengikuti program Student Exchange. Di Jepang, mereka mendapatkan teman dari Jepang, Indonesia dan Malaysia. Itu karena kampus yang terpilih selain UB adalahUniversitas Syiah Kuala (Indonesia), Universitas Hasanuddin (Indonesia), Universiti Malaya (Malaysia), Universiti Sains Malaysia dan Keio University Jepang.

Ifa (kiri) dan Ana melakukan Post Workshop.

Project utama dari kegiatan kami adalah poster dan VR Video. Kami melaksanakan observasi ke lapangan mengenai bencana alam yang terjadi di Jepang dan melakukan diskusi serta analisis untuk menemukan solusi relevan dari permasalahan yang ada di Indonesia. Sembilan hari di Jepang, kami melakukan project di tiga daerah; Kumamoto, Minamata dan Tokyo,” kata Ifa sebagaimana dikutip situs resmi ub.ac.id.

Di Kumamoto, Ifa dan Ana mengunjungi KIC (Kumamoto City International Center), Kumamoto Castle, dan beberapa tempat lain untuk mempelajari gempa yang telah terjadi di sana pada 2016 serta usaha pemerintah dan masyarakat dalam menanganinya.

“Tiga hari di Kumamoto, kami mendapat materi dari Kumamoto University Earthquake Experience Project (KEEP), Kumamoto International Foundation, dan Kumamoto Consultation and Support Plaza for Foreign Residents. Kami juga mempelajari Data Analysis and Visualization. Fokus program ini bukan hanya belajar di lapangan tapi juga cara mengumpulkan dan memvisualisasikan data melalui observasi langsung,” kata Ifa.

Selanjutnya mereka menuju Minamata dengan tujuan Tokay University – Aso campus yang juga salah satu bangunan terdampak gempa 2016. “Kami mempelajari sejarah dan penanganan gempa di sana sebagai bahan pembelajaran dalam pengumpulan data observasi dan perancangan solusi dari topik awal,” lanjutnya.

Ifa dan Ana mengunjungi Kumamoto Gakuen (Open Research Center for Minamata Studies), Minamata Environmental Clean Center, ECO-NET Minamata, Main Gate of Chisso Minamata Factory, Minamata Disease Hypocenter, Minamata Bay Landfill, Minamata Disease Cenotaph, Tsuboya, dan Soshisha and Minamata Disease Historical Museum untuk mempelajari tragedi Minamata Disease yakni keracunan limbah merkuri sejak 1950-an hingga sekarang. Mereka mempelajari bagaimana masyarakat dan pemerintah di sana turut andil dan berupaya dalam menangani bencana yang ada, beberapa diantaranya merupakan penutupan lubang pembuangan limbah chisso dan pengelolaan sampah.

Di Tokyo, Ifa dan Ana fokus pada pengerjaan poster dan ppt (Post Workshop) yang dipresentasikan pada 27 Maret 2023. Selain itu mereka juga mengunjungi Keio University. (drn)

 

Facebook Comments

Comments are closed.