mepnews.id – Direktorat Inovasi Universitas Negeri Malang (UM), dalam rangkaian InovasiBelajar.id Series, memberi pelatihan pada 50 Guru Kota Malang. Pelatihan berlangsung 1 Juli – 12 September 2026 di Telkom AI Center.
Dikabarkan situs resmi um.ac.id, UM menginisiasi langkah transformatif dalam dunia pendidikan melalui platform InovasiBelajar.id. Rangkaian kegiatan ini berupa riset terapan hingga pengabdian masyarakat yang berfokus pada integrasi teknologi masa depan.
Kegiatan bertujuan memvalidasi prototipe Learning Management System (LMS) InovasiBelajar.id melalui uji coba langsung oleh praktisi. Selain itu, program ini untuk membekali tenaga pendidik dengan kemampuan teknis pemanfaatan AI generatif untuk memproduksi media pembelajaran yang inovatif, efektif, dan efisien.
Program mencakup 120 jam pelatihan (service hours) yang menggabungkan pemaparan teoretis, diskusi panel, dan praktik produksi mandiri. Dengan metodologi Design-Based Research (DBR), respons peserta digunakan sebagai data primer untuk menyempurnakan fitur-fitur sistem secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan ini, para guru sebagai beneficiaries utama didampingi tim pelaksana yang terdiri dari dua dosen, empat mahasiswa, dan 1 mitra Dunia Usaha/Dunia Industri. Hasilnya, peserta memproduksi lebih dari 150 modul video pembelajaran berbasis AI menggunakan teknik utama: text-to-video, image-to-video, dan text-to-video with reference. Berdasarkan evaluasi akhir, terdapat peningkatan efisiensi waktu pembuatan naskah ajar hingga 70% melalui pemanfaatan alat seperti NotebookLM.
Dr Citra Kurniawan ST MM, dari Pusat Unggulan IPTEKS Universitas Negeri Malang, menyatakan, “Integrasi kecerdasan buatan dalam ekosistem pendidikan bukan sekadar adopsi alat baru, melainkan upaya fundamental untuk menyediakan pendidikan inklusif yang mampu merespons kebutuhan personal setiap peserta didik melalui akses pembelajaran yang lebih adaptif dan berkelanjutan.”
Tantangan utama yang ditemukan adalah variasi spesifikasi perangkat keras yang dimiliki peserta serta perbedaan tingkat literasi digital awal. Direkomendasikan, pengembangan fitur LMS yang lebih ringan akses datanya serta penyediaan modul pendampingan berkelanjutan bagi pendidik di daerah dengan akses internet terbatas. (Citra)



POST A COMMENT.