mepnews.id – Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Bojonegoro menggelar resepsi Milad ‘Aisyiyah ke-109 pada Sabtu 23 Mei 2026 di aula ABA Alam Bojonegoro, Jl Ade Irma. Acara yang mengusung tema ‘Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan Untuk Mewujudkan Perdamaian’ ini dihadiri jajaran pengurus PCA serta Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) se-Kecamatan Bojonegoro.
Ketua PCA Bojonegoro, Ibu Bahtiar, menyampaikan momen Milad ke-109 ini disatukan dengan agenda Rapat Pleno Cabang. Sebagai wujud dakwah kemanusiaan, PCA Bojonegoro menyalurkan santunan kepada 12 orang janda/duafa perwakilan dari setiap ranting. Santunan bersumber dari kas jajaran Cabang serta para donatur.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur dan kader yang saling bahu-membahu. Kami juga mohon maaf atas segala kekurangan dalam pelayanan kepengurusan selama ini. Semoga santunan berupa sembako dan uang tunai ini dapat meringankan beban sesama,” ujar Ibu Bahtiar.
Memasuki acara inti, Wakil Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Bojonegoro, Ibu Halimah, menyampaikan pidato dengan penuh penekanan pada realitas sosial global dan nasional. Beliau mengingatkan, saat ini dunia sedang tidak baik-baik saja dengan adanya berbagai konflik. Di tingkat nasional, ego kelompok dan ketidakadilan juga marak dibahas di media sosial.
“Dakwah ‘Aisyiyah tidak boleh sebatas retorika di atas mimbar, sementara di sekitar kita banyak yang membutuhkan. Dakwah kita adalah pergerakan nyata untuk memuliakan seluruh anak Adam, sebagaimana teologi dalam QS. Al-Isra ayat 70,” tegas Ibu Halimah.
Ibu Halimah mengenalkan konsep ‘Dakwah Ainur Rahmah’ yang mencakup:
- Filantropi & Kemanusiaan: Bergerak tanpa memandang golongan dan agama. Saling bergandengan tangan membantu yang kelaparan. Jika bukan karena sesama Muslim, maka bantulah atas dasar persaudaraan kemanusiaan.
- Dakwah Digital: Mengubah cara pandang media sosial menjadi penyejuk, pemutus rantai hoaks, dan penyebar narasi damai.
- Ketahanan Keluarga: Menekan angka perceraian dan pernikahan dini melalui edukasi remaja secara inklusif.
Ibu Halimah juga mengapresiasi program inklusi PDA Bojonegoro yang berjalan lebih dari tiga tahun, termasuk pembentukan Posbakum (bantuan hukum gratis), Biksa (ruang konseling), dan Bakesos di awal tahun 2026.
Sesi berikutnya diisi dengan pemaparan program oleh Ibu Umi Wahyu selaku perwakilan Balai Kesejahteraan Sosial (Bakesos). Ia menjelaskan, Bakesos, Biksa (Biro Konsultasi Keluarga Sakinah), dan Posbakum (Pos Bantuan Hukum) kini diintegrasikan menjadi tiga layanan terpadu sebagai bentuk revitalisasi amal usaha ‘Aisyiyah.
Landasan gerakan ini merujuk pada AD/ART ‘Aisyiyah, UU Perlindungan Anak, serta QS. Al-Maidah ayat 32: “Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.”
“Saat ini, gerakan riil yang sudah berjalan adalah Day Care (taman pengasuhan) Lansia. Ke depan, konsep Bakesos terus mengembangkan koordinasi dengan amal usaha lain dan pemerintah guna menyelenggarakan pelayanan cepat tanggap bagi anak, lansia, dan keluarga yang membutuhkan,” urai Umi Wahyu.
Penutup dan Penyerahan Santunan
Acara diakhiri dengan prosesi penyerahan santunan secara simbolis kepada para duafa dan janda yang hadir. Seluruh peserta yang hadir tampak antusias dan berkomitmen penuh untuk membawa semangat Rahmatan lil ‘Alamin ke tingkat ranting demi mewujudkan perempuan berkemajuan dan beradab. (Sholehah Yuliati)



POST A COMMENT.