KKN UAD dan Puskesmas Girisubo Cek Kesehatan Gratis

mepnews.id – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 145 Unit III.A.1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berkolaborasi dengan Puskesmas Girisubo mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga Padukuhan Traju, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul, pada 19 Agustus 2025. Kegiatan di Balai Padukuhan Traju berupa pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, berat badan, tinggi badan, lingkar perut, serta konsultasi kesehatan.

Dikabarkan situs resmi uad.ac.id, masalah utama masyarakat lanjut usia (lansia) di Padukuhan Traju adalah penyakit tidak menular seperti hipertensi (tekanan darah) dan diabetes (gula darah). Kasus hipertensi dan diabetes di Padukuhan Traju tidak tergolong tinggi. Namun warga jarang cek kesehatan. Biasanya, mereka baru memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika terdapat keluhan.

Aldy Dliyaul Haque, ketua Unit III.A.1 KKN UAD, menjelaskan kegiatan ini berawal dari survei mahasiswa di lapangan. “Banyak warga menyampaikan jarangnya diadakan pemeriksaan kesehatan di Padukuhan Traju. Jarak tempuh yang cukup jauh ke Puskesmas juga menyebabkan warga jarang melakukan pengecekan kesehatan.”

Apoteker Yuni Kartika Wati, sebagai narasumber sekaligus tenaga kesehatan dari Puskesmas Girisubo, menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan seimbang, olahraga rutin, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Hipertensi dan diabetes sering disebut silent killer karena pada awalnya tidak bergejala. Pengecekan kesehatan berkala dan menjaga pola hidup sehat dapat menjadi kunci untuk mencegah munculnya berbagai penyakit, termasuk hipertensi dan diabetes,” jelas Apoteker Yuni.

Cek kesehatan merupakan salah satu program kerja utama KKN UAD Unit III.A.1 yang mendapat dukungan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Andri Pranolo SKom MCs PhD, serta koordinasi dengan pihak Puskesmas Girisubo dan perangkat Padukuhan Traju.

Andri Pranolo mengatakan kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat menjadi langkah nyata untuk membangun desa sehat. “Harapannya, program ini dapat menjadi pionir KKN UAD yang berdampak, sekaligus diteruskan oleh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan melalui kebiasaan baik dengan pemeriksaan rutin sebagai upaya antisipasi terhadap kondisi tubuh yang tidak stabil, sehingga dapat terwujud Desa Sehat.” (doc)

Facebook Comments

Comments are closed.