mepnews.id – Usai coblosan pemilu tentu menyisakan perasaan tertentu pada pihak-pihak yang mencalonkan diri. Banyak calon legislatif (caleg) harus menghadapi tantangan baru mengelola tekanan dan stres pasca pemilu. Kekalahan bisa terasa menghancurkan, kemenangan bisa membawa beban harapan dan tanggung jawab besar.

Marini, dosen Psikologi UM Surabaya.
Marini SPsi MPsi Psikolog, dosen Faklultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya, menyebut kekalahan pemilu bisa menjadi pengalaman sangat mengecewakan dan stres bagi caleg. Namun, dengan persiapan dan strategi yang tepat, mereka dapat mengelola dan bahkan meminimalkan stres.
Dikabarkan situs resmi um-surabaya.ac.id edisi 15 Februari 2004, Marini memberi beberapa cara pada caleg mempersiapkan diri dan mengurangi stres;
Pertama, siap menerima. Merasa sedih, marah, atau frustrasi adalah normal dan merupakan bagian dari proses pemulihan. Dengan bisa menerima kenyataan dapat membantu melepaskan perlawanan internal dan membantu membuka jalan menuju pemulihan.
”Penerimaan akan kekalahan memungkinkan caleg menghadapi hasil pemilu dengan ketenangan dan martabat, menjaga integritas pribadi dan komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi,” ujar Marini.
Kedua, berpikir positif. Sering kali, kekalahan membuat seseorang terjebak dalam narasi negatif tentang diri sendiri. Maka, mengubah narasi internal ini dengan cara mengingatkan diri sendiri tentang keberhasilan, kekuatan, dan kemampuan, dapat membantu membangun kembali kepercayaan diri dan perspektif positif masa depan.
Ketiga, fokus masa depan. Fokus pada apa yang dapat dikontrol dan pada mengambil langkah-langkah konstruktif menuju tujuan baru. Menetapkan tujuan kecil dan realistis di masa depan dapat memberikan rasa pencapaian dan membantu membangun kembali momentum.
Keempat, menjaga kesehatan fisik. Melakukan olahraga, menjaga pola makan sehat, dan tidur yang cukup, penting untuk menjaga kesehatan. Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau teknik pernapasan, dapat membantu mengelola strets.
Kelima, mindfulness. Mendekatkan diri pada Tuhan dapat membantu menenangkan pikiran, mengurangi stres, dan meningkatkan kesadaran. Teknik ini membantu mengurangi pikiran negatif dan kecemasan tentang masa depan.
Keenam, relaksasi. Menggunakan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, yoga, atau relaksasi otot progresif dapat membantu mengurangi ketegangan fisik dan emosional.
Ketujuh, konseling atau terapi. Jika kondisi sudah cukup parah, ada baiknya konsultasi dengan psikolog atau terapis. Ini dapat memberikan dukungan profesional untuk mengelola emosi dan membangun strategi coping yang sehat. Terapi dapat membantu mengatasi perasaan kegagalan dan membangun kembali identitas positif.
Terakhir, menikmati hobi. Melibatkan diri dalam kegiatan yang menyenangkan dan memuaskan secara pribadi dapat memberikan jeda yang diperlukan dari tekanan politik serta bisa memberikan kebahagiaan dan kepuasan.


