Mahasiswa Unand Bikin Aplikasi Smart Showroom Songket

mepnews.id – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Iptek (PKM-PI) Universitas Andalas (Unand) menciptakan aplikasi Smart Showroom Songket yang terintegrasi Artificial Intelligence (AI) dan Augmented Reality (AR) sebagai upaya meningkatkan minat pasar Songket Pandai Sikek dari Minangkabau.

Tim ini diketuai Rezza Fiqrathul Putra dari prodi S1-Teknik Mesin dengan anggota Muhammad Faturrahman prodi S1-Teknik Mesin, Ulia Putra prodi S1-Teknik Komputer, Aina Malyona prodi S1-Teknik Elektro dan Tessa Rahma Putri prodi S1-Sastra Minangkabau, dengan dosen pembimbing Dr Eng Dendi Adi Saputra M. ST MT. Inovasi ini mendapatkan pendanaan Belmawa melalui proposal Penerapan IPTEK.

Dikabarkan situs resmi unand.ac.id edisi 29 September 2023, Rezza menjelaskan aplikasi ini diharapkan bisa menjadi problem solving bagi UMKM UMKM Indo Jalito di Jl. Pandai Sikek No 4, Jorong Baruah, Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Lokasi UMKM itu 87,8 kilometer dari kampus Unand.

Permasalahan yang dialami UMKM Indo Jalito adalah kurangnya metode dan media pemasaran, rendahnya jangkauan pasar, dan keinginan pasar yang kadang tidak terprediksi. ”Sebelumnya, dilakukan metode pemasaran langsung di toko dan pemasaran tak langsung lewat instagram,” ujar Nofrizal Effendi, pemilik UMKM Indo Jalito.

Berdasarkan permasalahan tersebut, tim Smart Showroom Songket PKM-PI Unand memberikan solusi inovatif dan terbarukan berupa penerapan aplikasi ‘Smart Showroom Songket’. Metode pemasaran digital modern dan efisien ini dianggap pas untuk menyikapi permasalahan yang dihadapi UMKM Indo Jalito.

Aplikasi Smart Showroom Songket dapat melakukan penjualan, pembelian, penawaran, pre-order, preview produk dengan integrasi Augmented Reality (AR). Bahkan, pengguna dapat melihat produk terpasang pada foto si pengguna dengan integrasi Artificial Intelligence (AI). Lainnya ada fitur chat untuk memastikan informasi pre-order sesuai dan pas. Fitur insight penjualan juga ditambahkan untuk evaluasi.

”Setelah penjual memasukkan produk ke aplikasi maka hasilnya dapat di-preview secara 3 dimensi oleh pelanggan dan bahkan bisa disimulasikan dengan kamera langsung ataupun dengan foto pengguna,” ujar Rezza.

Pembuatan aplikasi Smart Showroom Songket telah melalui uji fungsional, unit testing dan simulasi penjualan. Hal tersebut dilakukan agar memastikan teknologi bekerja sesuai yang diinginkan dan dirancang agar bekerja baik di UMKM Indo Jalito.

Nofrizal Effendi, pemilik usaha yang berjalan 3 tahun, memberi tanggapan positif terhadap penggunaan dan capaian aplikasi yang dibuat Tim PKM-PI Unand. Menurutnya, aplikasi ini meningkatkan profit, meningkatkan pelanggan, mempermudah layanan, meningkatkan jangkauan pasar dan memudahkan pre-order.

”Semoga aplikasi ini dapat dikembangkan lebih besar dan dapat disebarkan melalui platform playstore,” harapnya.

Dr Eng Dendi Adi Saputra mengemukakan, PKM-PI dapat membantu UMKM Indo Jalito dalam menghadapi permasalahan.

“Aplikasi ini juga sarana perkenalan produk kerajinan tangan budaya Minangkabau yang kita banggakan. Saya siap bimbing Tim PKM-PI sampai target yang dirancang tercapai. Semoga aplikasi ini tidak hanya membantu UMKM Indo Jalito, namun membantu pelaku UMKM songket lainnya di Minangkabau.”

Facebook Comments

Comments are closed.