Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Ada teman curhat soal mertuanya yang ribut melulu.
“Bapak belakangan suka pelihara burung. Di halaman belakang, ada kandang burung. Di depan rumah, beberapa kurungan nangkring. Tapi, emak sepertinya nggak suka. Emak ngeluh baunya lah, biaya pakannya lah, risiko dicuri maling lah. Macam-macam lah komplainnya. Hla, Bapak cuek saja.”
“Hahaha, begitulah orang yang sudah berusia senior. Harap maklum saja. Saya tidak bisa memberi saran jika tidak lihat betul kondisinya. Setiap campur tangan anak atau menantu malah bisa menganggu.”
“Betul, itu. Saya juga senang jika mereka ribut. Karena rumah jadi lebih hidup. Katanya, ributnya para senior itu tanda saling cinta…haha.”
………….
Pembaca yang budiman, apakah Anda juga mengalami hal serupa? Jika ya, syukuri dan nikmati saja. Hobi dan aktivitas semacam itu punya sisi positif bagi kalangan orang-orang usia pasca dewasa.
Hobi, selain pelihara burung, dapat mencakup berbagai hal. Mulai dari berkebun, bersepeda, main game, membuat karya seni dan kerajinan, menjadi relawan kerja bakti, membaca, ikut klub, hingga banyak lagi lainnya.
Nah, peneliti dari Institut Epidemiologi & Perawatan Kesehatan di College University of London di Inggris menegaskan, melakoni hobi itu bisa melindungi kaum senior dari kondisi penurunan kesehatan mental yang berkaitan dengan usia.
Mereka melakukan lima kali penelitian yang melibatkan lebih dari 93.000 orang berusia 65 tahun ke atas dari Amerika Serikat, Jepang, Cina, Inggris, dan 12 negara Eropa lainnya. Para peneliti menganalisis data empat hingga delapan tahun. Hasilnya menunjukkan, hobi ada hubungannya dengan penurunan gejala depresi dan peningkatan kebahagiaan dan kepuasan hidup.
Mengapa bisa begitu?
Melakoni hobi dapat memberikan jeda dari tekanan dan stres sehari-hari, memberi waktu untuk merasa senang sehingga membantu mengurangi gejala depresi. Hobi juga memberi pengalaman positif, seperti rasa gembira hingga rasa bangga. Beberapa hobi melibatkan interaksi sosial, sehingga dapat meningkatkan perasaan koneksi sosial positif.
Bagi kaum senior, hobi juga bisa mengurangi kebosanan panca pensiun atau ketika kelebihan waktu luang. Hobi dapat memberikan isi terstruktur pada hari-hari luang mereka dan membuat mereka merasa lebih berarti.
Beberapa hobi, seperti bermain catur, dapat merangsang pikiran dan meningkatkan fungsi kognitif. Ini membantu mencegah penurunan kognitif dan membantu mencegah depresi. Melibatkan diri dalam hobi juga dapat menjadi bentuk relaksasi, sehingga mengurangi gejala fisik dan emosional terkait depresi.
Maka, biarkan saja jika mertua atau orang tua atau kakek-nenek menyibukkan diri dengan hobi masing-masing. Memang, tidak semua hobi sama efektifnya dalam mengatasi depresi individual. Yang penting, pilih hobi yang sesuai minat dan kemampuan. Jangan memaksakan diri menjalani hobi yang di luar jangkauan, karena justru akan memicu depresi.


