Terungkap Alasan Pemain Maroko Selalu Lari ke Tribune Mencium Sang Ibu

MEPNEWS.ID – Timnas Maroko kini menjadi pergunjingan penggemar sepak bola di seluruh dunia, yang berhasil menyingkirkan Portugal masuk semi final Piala Dunia 2022.

Portugal ditumbangkan Maroko pada laga perempat final Piala Dunia 2022 dengan skor 1-0 untuk kemenangan Maroko.

Berbagai ekspresi ditunjukkan oleh para pemain Maroko usai membuat menangis Christiano Ronaldo dalam laga perempat final itu.

Namun ada momen menarik lainnya yang diperlihatkan oleh salah satu pemain Maroko yakni Achraf Hakimi.

Pemain Maroko ini selalu mencium ibunya usai laga yang dilakukan oleh Timnya, dengan cara berlari menuju tribune tempat sang ibu menonton.

Tak hanya sekali aksi itu diperlihatkan oleh Achraf Hakimi, namun sudah beberapa kali, yang paling mengesankan ketika Maroko berhasil membuat malu Spanyol, Achraf Hakimi kembali melakukan aksi cium di atas tribune.

Namun aksi Achraf Hakimi itu belakangan terungkap alasan ia harus mencium ibunya setelah usai tim Maroko menggelar pertandingan.

Pemain Paris Saint Germaint (PSG) ini mengunggah foto bersama sang ibu ke sosial media instagram @achrafhakimi, dengan mencantumkan tulisan dalam bahasa Arab “Aku mencintai ibu,” tulisnya.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Achraf Hakimi (@achrafhakimi)

Aksi itupun membuat reaksi warganet yang menyanjung perilaku Achraf Hakimi, sebagai anak yang soleh dan berbakti kepada orang tua dan bertanya-tanya alasan dia mencium ibunya itu.

Achraf Hakimi diketahui adalah pria kelahiran Madrid, Spanyol pada 4 November 1998 lalu.

Selama dalam laga piala dunia ini Achraf Hakimi yang kini berusia 24 tahun ini tidak pernah menyembunyikan kebanggaannya kepada orang tuanya khususnya kepada sang ibu.

Betapa tidak, Achraf Hakimi menyadari jika ibunya bekerja di negeri orang sejak ia masih kecil.

Bahkan Achraf Hakimi mengaku orang tuanya pindah dari Maroko ke Spanyol untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Maklum Achraf Hakimi berasal dari sebuah desa di pinggiran Casablnaca kota besar di Maroko, mereka kemudian pindah ke kawasan industri di Madrid, Spanyol.

Hasil kerja keras ibunya itu mampu menunjang kiprah Achraf Hakimi yang sukses menembus akademi Real Madrid.

Sejak usia 7 tahun Achraf Hakimi mendapatkan udangan dari club besar Real Madrid.

Kemudian Achraf Hakimi berpindah ke Borussia Dortmund, Inter Milan hingga akhirnya berlabunh di PSG (Paris Saint-Germain).

Meski Achraf Hakimi gagal menembus skuad Los Blancos, ia membuktikan diri di Bundesliga Jerman, sebelum akhirnya bermain bersama Lionil Mess di Ligue 1 Prancis.

Achraf Hakimi mengaku tak bisa berkata apa-apa tentang orang tuanya, karena mereka datang dari dari minim lapangan pekerjaan.

Ia berjuang sangat keras hingga Achraf Hakimi tidak memiliki kata-kata untuk mendiskripsikan orang tuanya.

Menuru Achraf Hakimi awalnya sang ibu menghendaki untuk mencoba olahraga judo atau renang, namun Achraf Hakimi berhasil menyakinkan orang tuanya untuk sepak bola.

Istri guru dan aktris
Seperti dilansir pojoksatu.id, Achraf Hakimi memiliki seorang istri bernama Hiba Abouk yang mulai menjalin cinta pada 2018 lalu.

Mereka juga sering memposting kebersamaan di media sosial, hingga akhir sampai di pelaminan.

Pasangan ini telah dikaruniai seorang anak yang lahir pada Februari 2020 dan diberi nama Amin Hakimi.

Achraf Hakimi dan Hiba Abouk sebenarnya terpaut usia yang cukup jauh. Saat ini, Achraf Hakimi berusia 24 tahun.

Sementara itu, Hiba Abouk sudah 36 tahun.

Hiba Abouk merupakan salah satu aktris papan atas di Spanyol. Wanita keturunan Tunisia itu terkenal berkat perannya sebagai seorang guru di sebuah sekolah Muslim dalam serial El Principe. (*)

 

Facebook Comments

Comments are closed.