Mahasiswa Agribisnis UMM Magang ke Jepang

mepnews.id – Untuk meningkatkan skill mahasiswa pada sektor pertanian dan perkebunan, Program Studi (Prodi) Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengirim mahasiswanya magang ke Jepang. Program ini untuk membekali mahasiswa kemampuan yang dibutuhkan di industri. Sudah puluhan mahasiswa Agribisnis dikirim magang di luar negeri.

Ary Bachtiar MSi, ketua Program Studi Agribisnis, menjelaskan pemilihan Jepang sebagai tempat magang tak lepas dari banyaknya inovasi dan teknologi. Mahasiswa didorong belajar manajemen hingga pemanfaatan teknologi secara langsung oleh praktisi selama satu semester.

Dikabarkan situs resmi umm.ac.id, magang internasional itu bekerja sama dengan instansi Lingua Global Utama, Bandung. Di Jepang, kerjasamanya dengan berbagai perusahaan. Sebelum berangkat, para peserta diberi pelatihan terlebih dalam aspek bahasa Jepang maupun skill dasar. Setelah itu, mahasiswa dikirim ke lembaga-lembaga seperti Ogoshifarm, Strawberry Farm Go, Indei Farm, dan lainnya.

Para mahasiswa akan mendapatkan ilmu seputar manajemen lapangan, pembibitan, perawatan tanaman, hingga pemanenan buah serta sayuran. Pengenalan terhadap teknologi modern pada sektor pertanian juga menjadi bahasan khusus. Maka, Ary berharap berbagai pengetahuan dan pengalaman yang didapat bisa diimplementasikan di Indonesia.

Ary menegaskan keunggulan mahasiswa magang, antara lain konversi nilai kuliah dan kemudahan mendapat kerja. Pun memperkuat koneksi dan menjadi perusahaan mitra tatkala mereka membuka lapangan pekerjaan bidang perkebunan dan pertanian di Indonesia.

“Mahasiswa program magang internasional nantinya mendapat konversi nilai 20 SKS, jaringan kerja sektor pertanian dan perkebunan internasional, intensif pembelajaran terkait teknologi pertanian dan perkebunan modern, hingga bekerja sama dengan berbagai perusahaan di Jepang saat membuka lapangan pekerjaan di Indonesia,” ungkapnya.

Ia berharap output yang bisa didapatkan mahasiswa antara lain peningkatan skill, kompetensi, hingga terbukanya cakrawala keilmuan. Dengan begitu, mereka bisa menjadi pionir pertanian dan perkebunan tanah air berbasis teknologi.

“Pertanian dan perkebunan di Jepang sudah maju. Ini bisa menjadi contoh bagi Indonesia. Apalagi tanah kita sangat ideal untuk pertanin dan perkebunan. Salah satu caranya dengan peningkatan kulitas sumber daya manusia melalui program magang internasional Agribisnis UMM,” pesannya. (faq/wil)

Facebook Comments

Comments are closed.