Karya Pustakawan SMP Tunas Agro Seruyan Lolos Seleksi Nasional

mepnews.id – Nopiar Rahman SPd, pustakawan SMP Tunas Agro, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, lolos seleksi call for papers dan menjadi 5 terbaik nasional serta berhak dipresentasikan di Konferensi Perpustakaan Sekolah Indonesia (KPSI) ke-4 tahun 2022 di Yogyakarta.

Karya Nopiar berjudul ‘Pelayanan Prima Perpustakaan Dalam Kegiatan Literasi (P3KL) Di SMP Tunas Agro’. Karya ini ditelaah dan didiskusikan tim reviewer dari sejumlah papers yang masuk dari seluruh Indonesia. Tim reviewer menalaah dengan memperhatikan bentuk penulisan, dan apakah sesuai topik yang ditentukan panitia yakni Literasi Baca Tulis, Literasi Digital dan Literasi Media.

Konferensi Perpustakaan Sekolah Indonesia (KPSI) ke-4 diadakan di Ghra As-Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta pada 19 – 20 Oktober 2022.

Selain KPSI, kegiatan ini juga bertepatan dengan penyelenggaraan Kongres Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (ATPUSI ) yang ke-3. Kegiatan KPSI dan Kongres dihadiri 100 peserta dari pustakawan dan tenaga perpustakaan sekolah di seluruh Indonesia.

Kegiatan KPSI dan kongres ini menghadirkan narasumber ahli untuk membahas dan membedah isu-isu terkini di perpustakaan.

Diskusi kecil sesama pustakawan; Cristina SSIPust(Yogyakarta), Nopiar Rahman SPd (Kalteng) dan Agus SIP (Surabaya)

Hari pertama menghadirkan Prof Dr Nunuk Suyani MPd Dirjen GTK Kemdikbud RI dan Drs Nurcahyono SS MSi kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi RI.

Pada hari kedua, hadir Ida Fajar PhD dosen pasca sarjana UGM dan Dr Sri Rohyanti Zulaikha MSi dosen Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Diskusi panel menjadi agenda untuk mengulik lebih dalam perpustakaan. Dalam rangka menyongkong dan menerapkan kurikulum merdeka, perpustakaan harus lebih aktif menyiapkan sumber belajar dan mengkreasikan kegiatan literasi.

“Kurikulum ini menuntut kebebasan belajar sehingga keanekaragaman sumber belajar perlu di sediakan oleh perpustakaan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar,”  kata Nurcahyono. (nr)

Facebook Comments

Comments are closed.