mepnews.id – Presiden Prabowo Subianto, Kamis 20 Februari 2025, di Jakarta, melantik sejumlah kepala daerah, termasuk Setyo Wahono dan Nurul Azizah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bojonegoro 2025-2030. Di Bojonegoro, pasangan pemimpin ini dapat sambutan positif.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bojonegoro menyampaikan selamat dan sukses, serta berharap keduanya dapat menunaikan amanah yang dititipkan rakyat, bangsa, dan negara, juga mengingatkan isi sumpah jabatan yang diucapkan atas nama Allah SWT.
“Kepala daerah akan memenuhi kewajiban Bupati Bojonegoro (Wakil Bupati Bojonegoro) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa,” begitu pesan Suwito, Ketua PDM Bojonegoro, mengutip isi sumpah jabatan kepala daerah.
Suwito juga menegaskan dukungan terhadap visi dan misi tentang komitmen menjaga konstitusi, penegakkan hukum, mengatasi kemiskinan, memajukan pendidikan dan kesehatan, pengelolaan sumberdaya alam yang bertanggung jawab, serta menegakkan kadaulatan Indonesia.
Pasangan Wahono dan Nurul memiliki visi ‘Terwujudnya Bojonegoro Makmur dan Membanggakan’, serta lima misi (1) membangun sumber daya manusia Bojonegoro yang berkualitas, unggul, berbudaya, berakhlak dan bahagia, (2) membangun perekonomian daerah yang produktif, berkelanjutan, dan berkeadilan, (3) membangun lingkungan yang lestari dan mengembangkan transisi energi baru terbarukan, (4) meningkatkan tata pemerintahan daerah yang bersih, melayani, akuntabel, partisipatif, inklusif, dan inovatif, dan (5) memajukan kebudayaan dan kebanggaan daerah.
“Kami berharap pengelolaan sumber daya alam berorientasi untuk memenuhi kebutuhan rakyat dan melindungi dari segala intervensi yang merugikan masa depan rakyat. Jangan melupakan peningkatan kualitas dan mutu sumber daya manusia di Kabupaten Bojonegoro,” tegas Suwito.
Agung Supriyanto, Wakil Ketua DPW PAN Jatim yang juga mantan anggota DPR Propinsi Jatim 12 (Bojonegoro dan Tuban), menyatakan terpilihnya Wahono-Nurul dengan andil mayoritas partai serta didukung mayoritas infrastruktur sosial maupun agama, adalah modal kuat untuk mengelola masyarakat Bojonegoro ke depan.
“Dengan ketersediaan finansial yang sangat memadai, terutama dalam postur APBD, sudah seharusnya semakin menambah kemantapan pasangan Wahono-Nurul untuk mengelola pemerintahan agar lebih trengginas dan terampil,” ujarnya.
Ia menambahkan, dua hal pokok yang perlu dijalankan supaya pemerintahan Bojonegoro benar-benar ‘Luwih Apik‘. Pertama, keterlibatan partisipasi masyarakat. Jika berharap masyarakatnya maju maka perlu andil dari banyak pikiran dan kelompok. Kebesaran wilayah tak mungkin diraih jika hanya dilakukan lewat monopoli satu kelompok atau orang semata.
Dry Subagio, ketua KSK (Kajian Sor Keres) komunitas yang intens menganalisa berbagai kebijakan pemerintah Kabupaten Bojonegoro, menyampaikan kepemimpinan Wahono-Nurul harus memiliki keberanian agar Bojonegoro keluar dari kungkungan masa lalu dan mampu menjadi daya tarik orang luar.
Antara lain, bagaimana Bojonegoro mampu menjadi kota pendidikan dan kota budaya dengan wisata sejarah. Misalnya, mampu mewujudkan keinginan orang tua siswa untuk adanya Perguruan Tinggi Negeri. Dengan begitu, orang luar Bojonegoro akan datang, sehingga ekonomi juga bergeliat, sekaligus membuka kompetisi terhadap PT yang sudah ada untuk meningkatkan kualitas. Bojonegoro yang kaya sejarah dan budaya juga akan menarik orang lain berdatangan. (Zid)


