mepnews.id – Lima mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) membuat Kangkumi, yakni Kangkung Mie Enak dan Sehat Untukmu. Gagasan ini lolos seleksi pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2024 besutan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Tim Kangkungmi Unair
Mereka adalah Ardani Nur Lailia Trisna dan Fera Ananda Wijaya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2021, Nabilla Rahmadian Bilqis Fakultas Kesehatan Masyarakat 2023, Agustin Nur Ainiah Fakultas Kelautan dan Perikanan 2023, dan Rulita Apriliya Aliyanatasya Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2023.
Sebagai tim Kangkumi, mereka telah mengikuti program P2MW sejak Februari hingga Oktober 2024. Program P2MW merupakan pengembangan usaha mahasiswa yang telah memiliki usaha melalui bantuan dana pengembangan dan pembinaan, dengan melakukan pendampingan serta pelatihan (coaching) usaha.
Bilqis menjelaskan, inovasi Kangkumi berangkat dari pengalaman tim saat melakukan pengabdian masyarakat di Desa Giri, Banyuwangi. “Daerah itu menghasilkan kangkung berlimpah tapi belum maksimal memanfaatkannya jadi produk yang memiliki nilai jual tinggi.”
Dari sini, tim memunculkan ide membuat produk yang memanfaatkan kelimpahan hasil panen kangkung dan meningkatkan nilai jualnya. Bilqis menjelaskan, Kangkumi adalah produk yang terbuat dari bahan dasar kangkung dengan mengoptimalkan hasil panen di Jawa Timur.
“Kami berupaya mengoptimalkan nilai jualnya sebagai salah satu wujud realisasi ketahanan pangan,” imbuhnya.
Produk mie instan ini berbahan dasar kangkung, tanpa Monosodium glutamate (MSG), tanpa pewarna buatan, dan tanpa proses penggorengan.
Ia berharap, inovasi Kangkumi bisa menjadi pilihan masyarakat dalam menikmati hidangan sehat dan lezat berbasis kangkung.
Terkait program P2MW, Bilqis menjelaskan kategori usahanya. Pertama, tahap awal yaitu menghasilkan produk makanan dan minuman dari bahan mentah ke setengah jadi, serta mengolah bahan setengah jadi ke produk akhir (bukan reseller). Kedua, tahap produksi dari hulu ke hilir bidang-bidang agrokomplek (pertanian tanaman pangan, hortikultura, kehutanan, peternakan, dan perikanan). Ketiga, tahap penciptaan produk, proses penciptaan produk dan jasa yang memiliki nilai kreativitas dan ide produk ekonomi dalam bidang seni, budaya, dan pariwisata. Keempat, tahap jual beli jasa dan perdagangan, melakukan aktivitas jual beli barang dan/atau jasa yang dilakukan antara pedagang dan pembeli. Kelima, tahap penerapan teknologi terapan tepat guna pada berbagai sektor kehidupan.
Tim Kangkumi merupakan salah satu kelompok yang berhasil lolos pada kategori usaha makanan dan minuman tahap awal.


