mepnews.id – Rodrikson Alpian Medlino, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) gemar mengikuti berbagai perlombaan dan kompetisi. Selama kuliah, ia hadir dan meraih berbagai prestasi dalam 50 kompetisi bergengsi tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Dikabarkan situs resmi unila.ac.id edisi 7 April 2024, prestasi yang paling berkesan bagi Rodrikson adalah Juara 2 pada Nace Competition 2021 yang diinisiasi Lembaga Kajian Keilmuan Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Prestasi lain yang ia pernah raih bersama rekannya, Ananda Dwi Kartika, adalah Juara 1 Innovation and Research Competition (IESCO) tingkat internasional yang diselenggarakan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Kemudian, Rodrikson dan Kartika meraih Gold Medal sekaligus Awardee dalam Youth Innovation Forum: Singapore, Malaysia, and Thailand pada 2023.
“Terakhir, saya memenangkan lomba essay di Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Walisongo. Ini kompetisi ke-50 sekaligus terakhir yang saya ikuti selama kuliah,” ujar Rodrikson.
Ia gemar ikut kompetisi karena bisa menjadi pijakan sekaligus ajang bersaing dengan mahasiswa dari berbagai universitas. Menurutnya, kompetisi tidak ditentukan kualitas dan peringkat institusinya, tetapi kualitas mahasiswa secara personal.
“Awalnya, saya sempat ragu mencoba mengikuti perlombaan. Tapi, saya yakinkan diri bahwa mahasiswa Unila tidak kalah saing dengan universitas atau institut lainnya di Indonesia, terutama yang ada di pulau jawa,” ujar Rodrikson.
Dengan berkompetisi, ia bisa mendapatkan hal-hal menarik, mendapatkan kepercayaan sebagai mahasiswa berprestasi di tingkat fakultas dan universitas, serta membuatnya dikenal di kalangan dosen maupun civitas akademika.
Namun, tidak selamanya semua berjalan mulus. Rodrikson sempat kesulitan manajemen waktu. Saat proses menyelesaikan tugas-tugas akademik, ia kewalahan karena sedang aktif mengikuti berbagai kompetisi.
Meskipun demikian, kendala dan tantangan tidak membuatnya menyerah. Bahkan, ia semakin bersemangat. Dengan berkompetisi, ia bisa mendapatkan berbagai pengalaman dan kesan yang tak terlupakan.
Pada perolehan prestasi ke-50, Rodrikson menyampaikan pesan kepada seluruh mahasiswa Unila agar tetap semangat meraih mimpi dan mencoba keluar dari zona nyaman. “Saya berharap, akan ada banyak mahasiswa Unila berani keluar dari zona nyaman untuk mengikuti berbagai kompetisi atau perlombaan.”
Ke depan, ia fokus bekerja sebagai Junior Associate di salah satu Law Firm (Kantor Hukum) di Jakarta. (Vivas Dwi Toti Divaldo)


