mepnews.id – Seluruh ikan konsumsi yang diteliti dari Teluk Tomini telah terkontaminasi mikroplastik. Padahal, ikan-ikan ini menjadi sumber kehidupan masyarakat Bajo di Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, Sulawesi Utara.
Temuan ini dihasilkan dari riset Syam S. Kumaji, Dewi Wahyuni K. Baderan, Hasim, Zuliyanto Zakaria, Djuna Lamondo, dan Femy Mahmud Sahami dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG), dan dipublikasikan dalam Egyptian Journal of Aquatic Biology & Fisheries edisi Januari 2026.
Dikabarkan situs resmi ung.ac.id edisi 17 Januari 2026, penelitian dilakukan terhadap ikan-ikan komersial yang umum dikonsumsi masyarakat Bajo. Hasilnya menunjukkan, 100 persen sampel ikan mengandung plastikmikro. Tingkat kontaminasi tertinggi ditemukan di wilayah Torosiaje Mainland.
Plastrikmikro adalah partikel plastik berukuran mikro (setara 0,001 milimeter) yang berpotensi membahayakan ekosistem laut dan kesehatan manusia. Rata-rata jumlah plastikmikro di Teluk Tomini 59 partikel per individu ikan. Pada spesies Craterognathus plagiotaenia, tercatat hingga 86 partikel per ekor.
Dari segi karakteristik, plastikmikro yang ditemukan didominasi bentuk serat (fiber) yang mencapai 94 persen dari total partikel. Warna biru paling dominan yakni 83 persen, disusul warna transparan dan hitam dalam jumlah jauh lebih kecil.
Para peneliti menilai, dominasi serat biru ini kuat kaitannya dengan aktivitas manusia, terutama penggunaan jaring dan tali nilon alat tangkap ikan, serta serat sintetis dari pakaian rumah tangga yang terlepas saat proses pencucian dan langsung masuk ke perairan.
Ukuran plastikmikro yang paling banyak ditemukan 1.000–5.000 mikrometer. Ini partikel hasil pecahan plastik berukuran besar yang terdegradasi di laut, bukannya plastikmikro primer seperti butiran kosmetik.
Keberadaan plastikmikro dalam ikan konsumsi menjadi persoalan serius bagi masyarakat Bajo. Selain berisiko bagi kesehatan manusia, mikroplastik juga berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem laut dan ketahanan pangan komunitas pesisir yang sepenuhnya bergantung pada hasil laut.


