mepnews.id – Pencegahan narkoba dan judi online di kalangan mahasiswa terus digencarkan. Hal ini tampak dalam Sarasehan Stop Drugs, Stop Gambling di Auditorium Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, 22 September 2025. Acara ini kolaborasi IKPAN UINSA, Gopay, Tribun Network, dan komunitas Relawan Judi Pasti Rugi.
Wakil Dekan Fakultas Dakwah IAI Uluwiyah Mojokerto, Moch. Nurcholis Majid MSos, menekankan pentingnya pendekatan konselor sebaya (peer counselor). Menurutnya, mahasiswa lebih mudah terbuka kepada teman sebaya ketimbang dosen atau aparat. “Satu konselor sebaya bisa menjadi sahabat penyelamat, menyelamatkan banyak jiwa dari bahaya narkoba dan judi online,” ujar Nurcholis.
Ia menambahkan, persoalan narkoba dan judi online bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan juga krisis moral, sosial, dan psikologis. Karena itu, kampus perlu menghadirkan solusi yang persuasif, humanis, dan dekat dengan realitas mahasiswa.
Selain konseling, Nurcholis juga mendorong mahasiswa aktif membuat konten kreatif di media digital. “Arus digital tidak bisa dilawan, tapi bisa dimanfaatkan untuk kebaikan. Edukasi lewat konten ringan, komunikatif, dan menghibur lebih mudah diterima generasi Z,” jelasnya.
Nurcholis mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya jadi objek penyuluhan, tapi juga subjek perubahan. “Gerakan besar dimulai dari langkah kecil. Jadilah agen perubahan, selamatkan diri sendiri dan teman-teman di sekitar kita,” kata Nurcholis.
Sarasehan ini juga menghadirkan Irwan Ari Wibowo (Head of Gopay Regional Marketing) serta Erwin Erlani (eks pemain judi sekaligus aktivis anti-judol). Diskusi berjalan dinamis dengan penekanan pentingnya kolaborasi lintas sektor—akademisi, industri, media, hingga komunitas.


