MEPNEWS-ID-Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) kini tak cukup hanya mengajar dengan buku teks dan papan tulis. Di era digital, mereka dituntut kreatif, adaptif, bahkan akrab dengan teknologi. Hal inilah yang mendorong Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wonogiri bersama Kanwil Kemenag Jateng menggelar kegiatan peningkatan kompetensi guru PAI, Kamis (18/9).
Sebanyak 110 guru PAI dari tingkat SD hingga SMA/SMK berkumpul di Room Meeting RM Alami Sayang, Ngadirojo. Suasana hangat terasa sejak pagi, para guru tampak antusias mengikuti materi mulai dari deep learning dalam PAI, pendekatan kurikulum cinta, hingga pemanfaatan coding dan artificial intelligence (AI) untuk memperkaya pembelajaran agama.
Kepala Kemenag Wonogiri, H. Hariyadi, S.Ag., M.M., menegaskan, guru PAI punya tugas ganda: mendidik sekaligus meneladani. “Anak-anak sekarang butuh pendekatan yang menyentuh hati, bukan sekadar hafalan. Guru harus bisa hadir sebagai inspirasi,” ucapnya.
Bagi guru-guru yang hadir, kegiatan ini bukan sekadar menambah wawasan, tapi juga ruang silaturahmi. “Kita merasa dapat energi baru. Rasanya semangat lagi untuk mengajar,” ujar salah satu peserta dengan wajah sumringah.
Kasi PAKIS Kemenag Wonogiri, H. Mursidi, menambahkan, pelatihan ini diharapkan membuat guru PAI makin percaya diri menghadapi tantangan zaman. “Guru harus jadi motor penggerak pendidikan karakter di sekolah. Anak-anak butuh teladan nyata dari gurunya,” tandasnya.


