mepnews.id – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kolaborasi Beragama menyerahkan website desa sebagai simbol kontribusi nyata mendukung pembangunan digital dan pemberdayaan ekonomi masyarakat kepada Pemerintah Desa Gedongrejo, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri.
Penyerahan website pada 3 Agustus 2025 tersebut merupakan salah satu program kerja utama KPM yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis digital.
Ahmad, selaku perwakilan mahasiswa KPM, menyampaikan pembuatan website ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat struktur informasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
”Website ini kami rancang sebagai media informasi resmi milik Desa Gedongrejo. Namun yang lebih penting, kami berharap ini dapat menjadi sarana promosi dan pemasaran digital bagi pelaku UMKM di desa,” ujar Ahmad.
Ia menambahkan bahwa dalam pelaksanaan teknisnya nanti, pelaku usaha mikro dapat mendaftarkan profil usahanya kepada operator desa. Selanjutnya, data tersebut akan diverifikasi dan dipublikasikan melalui website, sehingga menjangkau pasar yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun regional.
Website tersebut memuat berbagai fitur informatif, mulai dari profil desa, agenda kegiatan, layanan administrasi, hingga halaman khusus untuk UMKM yang dirancang sebagai katalog digital produk unggulan masyarakat.
Dengan penyerahan ini, mahasiswa KPM Kolaborasi Beragama resmi menyelesaikan salah satu bentuk nyata pengabdian mereka kepada masyarakat. Website tersebut diharapkan tidak hanya menjadi arsip digital, tetapi juga motor penggerak inovasi ekonomi di Desa Gedongrejo.
Ketua KPM STAIMAS Wonogiri, Dr (Cand) Ruslina Dwi Wahyuni SSos MAP CPM menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah dan masyarakat desa atas sambutan hangat serta kolaborasi yang luar biasa dalam pelaksanaan KKN kolaboratif ini.
Menurut Lina, dukungan yang diberikan menjadi bagian penting dalam mewujudkan tujuan bersama: membumikan nilai-nilai moderasi beragama melalui pengabdian lintas kampus, lintas wilayah, dan lintas perspektif.
“Semoga kerja sama yang terjalin ini menjadi awal dari sinergi yang lebih luas antara perguruan tinggi dan desa dalam membangun masyarakat yang inklusif, harmonis, dan berdaya,” tambahnya.
DPL Desa Gedongrejo, Indra Setiawan SE MM, menuturkan pembuatan web desa oleh mahasiswa adalah inisiatif yang luar biasa.
“Ini langkah nyata untuk menjembatani kesenjangan digital dan membawa kemajuan teknologi langsung ke jantung masyarakat pedesaan. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang mereka pelajari di kampus, tetapi juga berkontribusi secara langsung pada pemberdayaan masyarakat,” kata Indra.
Dia menambahkan, mahasiswa membantu desa untuk memiliki kehadiran online, yang bisa digunakan untuk mempromosikan produk lokal, mengumumkan kegiatan, atau menyediakan informasi penting bagi warga. Ini adalah bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat bisa menghasilkan dampak yang signifikan dan berkelanjutan. (Dyana Pujita Sati)


