mepnews.id – Tim dari Universitas Syiah Kuala (USK) berkolaborasi dengan PT Yagi Natural Indonesia mengembangkan produk pembersih wajah (face care) dengan penambahan bahan aktif kolagen dari tulang tuna sebagai natural antiaging.
Dikabarkan situs resmi usk.ac.id edisi 21 November 2024, inovasi ini meraih pendanaan Program Dana Padanan (Kedaireka) 2024 setelah melalui proses seleksi dan evaluasi ketat.
Tim diketuai Nadia Isnaini dosen Program Studi Farmasi, sekaligus peneliti dan formulator kosmetika di Atsiri Research Center (ARC) USK. Ia dibantu Ernawati dari Prodi Ilmu Ekonomi, Lydia Septa Desiyana, Tedy Kurniawan Bakri dari Prodi Farmasi, Vicky Prajaputra, Sri Agustina, Haekal Azief Haridhi dari Prodi Ilmu Kelautan. Tim dari PT Yagi Natural Indonesia diketuai Farhaniza.
Program ini mendapatkan pendanaan Rp 970 juta dari Kemendikbudristek dan PT Yagi Natural Indonesia. Dananya akan digunakan untuk kebutuhan peralatan dan pengembangan produk, mulai dari formulasi hingga produksi.
Nadia dan tim juga telah mendapatkan pendanaan dari Program Dana Padanan 2023 mengenai pembuatan produk kolagen dari tulang tuna, bermitra dengan PT Yakin Pasifik Tuna.
Kolagen yang dihasilkan telah memiliki brand Colafish dan telah terdaftar HAKI di Kemenkumham RI. Selain itu, metode pembuatan kolagen dari tulang tuna telah terdaftar paten sederhana.
Hasil penelitian juga telah dipublikasikan pada jurnal internasional. Program tersebut mendorong optimalisasi pemanfaatan hasil samping perikanan seperti tulang tuna, yang sebelumnya kurang dimanfaatkan, menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Kolagen memiliki manfaat penting dalam produk pembersih wajah, antara lain untuk menjaga kelembaban kulit, mendukung regenerasi kulit, dan memberikan efek anti-penuaan dengan mengurangi garis halus serta kerutan,” ujar Nadia.
Produk pembersih wajah berbasis kolagen yang dihasilkan, rencananya diluncurkan Desember 2024.
“Dengan inovasi ini, USK dan PT Yagi Natural Indonesia tidak hanya menciptakan dampak positif dalam dunia kosmetik tetapi juga turut mendukung pengembangan ekonomi berkelanjutan berbasis riset dan teknologi,” kata Nadia.


