ArtsenScoot, Komunitas Vespa FK Unair Sejak 2017

mepnews.id – Dalam bahasa Italia, kata ‘vespa‘ berarti ‘tawon.’ Istilah ini kemudian dipakai untuk menjuluki kendaraan darat roda dua yang diproduksi di Italia setelah Perang Dunia 2. Istilah yang nyleneh ini tampaknya menginspirasi penghobi verspa di berbagai penjuru dunia.

Di kalangan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair), komunitas vespa ArtsenScoot berdiri sejak Agustus 2017. Komunitas ini didirikan dr Muhammad Ryan Agani, alumnus FK UNAIR 2011 yang kini PPDS di RSUD Dr Soetomo.

Berawal dari 2016, niat Ryan memulai komunitas vespa disambut baik tiga anggota.

“Awalnya cuma berempat; saya, dokter James spesialis mata, terus ada koas namanya Tidar, dan Ardan. Dua terakhir ini sudah lulus, dokter umum. Selang waktu berjalan, sekitar satu tahun awal, anggotanya mulai nambah. Yang terbaru gabung ada Prof Miftah,” ungkapnya.

Mulanya, dr Ryan melihat motor vespa itu terkesan rewel, motor tua, dan kebanyakan orang tidak menyukainya. Eh, ternyata, banyak mahasiswa hingga alumni FK UNAIR yang pakai vespa. Dari situ, dr Ryan menampung minat dalam wadah komunitas ArtsenScoot.

Nama itu ia ambil dari Artsen School sebagai gedung Fakultas Kedokteran Unair. Ia ganti kata ‘school’ jadi ‘scoot’ yang identik dengan vespa. “Artsen itu karena dokter ya. Di sini juga ada lambangnya dokter. Terus, kenapa ada 1913? Karena berdirinya FK Unair itu 1913,” jelasnya.

Hampir 7 tahun berdiri, ArtsenScoot kini memiliki 59 anggota. Mulai dari mahasiswa, ko-as, PPDS, dosen, hingga guru besar. Untuk jadi anggota komunitas, tak perlu banyak kriteria. Yang pokok; profesi dokter dan punya vespa atau ingin mengerti vespa.

“Tapi, nggak sembarang orang bisa join grup ini ya. Jadi, kalau ada sunmori (Sunday morning ride, Red), calon anggota kami ikutkan dulu. Satu kali sunmori, ketemu sama kami semua, baru anggota baru bisa join,” tambahnya.

Kegiatan utama ArtsenScoot adalah berkendara mengelilingi kota Surabaya yang dilakukan pada weekend atau hari libur. Durasinya tidak pasti, kadang karena beberapa hal termasuk saat ada operasi mendadak atau hal mendesak lainnya.

Selain sunmori, ArtsenScoot juga mengikuti berbagai event seperti Vespa World Day 2022 di Bali. Di sana, vespa milik dr Donny Permana Sp OT- AIFO-K dan dr Bambang Wicaksono SpBPRE Subsp EL(K) turut dipajang dalam museum.

“Di event itu, hanya ada tiga atau empat orang dari kami. Dua vespa dari kami masuk di museum vespa. Nggak sembarang vespa bisa masuk museum itu,” tuturnya Ryan.

Ke depan, ArtsenScoot ingin merambah kegiatan kemanusiaan, seperti donasi, pengecekan darah, hingga pengobatan gratis. Keanggotaanya bisa memperluas agar tidak laki-laki saja seperti saat ini. Maka, dr Ryan mengajak para dokter atau semua jaringan FK Unair turut bergabung bersama ArtsenScoot.

“Untuk para dokter atau kelak dokter yang mempunyai vespa klasik ataupun matic, atau yang ingin mengerti bahwa vespa ini seperti apa dan gimana, jangan sungkan gabung ArtsenScoot,” ajaknya.

 

Facebook Comments

Comments are closed.