mepnews.id – Kajian Sor Keres (KSK) Bojonegoro menggelar rapat kerja periodik tiga bulanan di Villa Bilal, Sarangan, Magetan, pada 20-21 Desember 2023. Kali ini raker difokuskan berbicara prihal suksesi kepemimpinan Bojonegoro.
Dry Subagio, ketuka KSK, memimpin langsung acara ini. Menurutnya, ini moment tepat untuk berbicara siapa bupati Bojonegoro 2024-2029. Setelah menyiapkan secara terstruktur 2-3 anggota legislatif RI yang harus jadi, berikutnya adalah jembatan menuju calon bupati mendatang berangkat dari partai apa.
Ditanya siapa nama calon Bupati yang digadang-gadang KSK, Dry menyebut pasca pemilihan legislatif baru akan di-release. Kriterianya adalah laki-laki asli Bojonegoro. Ini mematahkan anggapan sebagian anggota yang menghendaki bupati inkumben Anna Muawanah.
Dry menambahkan, “Bojonegoro butuh pemimpin visioner dan berjiwa entrepreneur. Ke depan, ia harus mampu mengelola APBD yang besarnya Rp 8 Triliun untuk hal-hal yang mampu menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki Bojonegoro. Bukan sekadar pada pembangunan sarana fisik belaka.”
Ke depan, Bojonegoro tidak boleh hanya mengandalkan sumber pendapatan dari minyak bumi yang sifatnya terbatas waktu dan sewaktu-waktu akan habis. Pembangunan Sumber Daya Manusia melalui optimalusasi potensi alam, budaya, dan sejarah menjadi sangat penting.
Minimal, mampu menaikkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang tahun 2023 ini hanya di angka Rp 800 Milyar. Menurut Dry, “Ini bukti bupati gagal menggerakkan potensi yang dimiliki Bojonegoro. Ke depan, harus diganti sosok yang entrepreneur dan visioner.”


