Perguruan Tinggi dan Sekolah Terdampak Karhutla

mepnews.id – Dari Lhokseumawe sampai Merauke, berjajar titik-titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kabut asap gelap memenuhi udara sebagian besar wilayah Indonesia serta Malaysia dan Singapura. Api melahap tumbuh-tumbuhan dan kawasan sekitarnya.

Pihak yang terancam api dan asap antara lain gedung institusi pendidikan. Meski belum ada yang terbakar habis, api mulai sudah menimbulkan kerusakan. Setidaknya, aktivitas belajar-mengajar terganggu oleh pekatnya asap.

Beberapa kampus terdampak karhutla serta kabut asap pekat yang memaksa pihak berwenang mengalihkan aktivitas perkuliahan ke sistem online.

Universitas Islam Kalimantan (Uniska) di Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, terpapar api lahan gambut dan semak yang sangat dekat area kampus. Pada 6-7 Oktober 2026, api sempat mendekati area parkir dan kantin yang memicu bunyi alarm kebakaran serta kepanikan mahasiswa. Akibat asap tebal yang membahayakan kesehatan, Uniska mengalihkan kegiatan perkuliahan ke sistem online

Tak jauh dari itu, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) di Jalan Gubernur Syarkawi, Barito Kuala, juga terdampak karhutla. Kabut asap pekat yang menyelimuti seluruh lingkungan universitas pada 14 Oktober. Pihak kampus memindahkan aktivitas belajar mengajar ke sistem daring demi keselamatan mahasiswa.

Universitas Muhammadiyah Sampit di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terpapar cukup dekat pada akhir Agustus. Titik api karhutla membakar lahan tepat di samping area kampus, sehingga kepulan asap pekat mengganggu proses belajar-mengajar. Tim Satgas Karhutla dikerahkan intensif untuk melakukan pembasahan agar api tidak merembet masuk ke gedung universitas. Pada 4 September, mahasiswa dan warga Muhammadiyah shalat istisqa di halaman kampus memohon hujan.

Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan juga sempat terancam sebaran kabut asap pekat akibat karhutla. Meski titik api tidak berada langsung di sebelah bangunan, kabut asap mencemari kualitas udara di sekitar kampus. Manajemen kampus mengalihkan perkuliahan menjadi daring pada 19–24 Oktober 2026. Mahasiswa diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.

Selain perguruan tinggi, karhutla juga mengancam banyak sekolah. Mayoritas sekolah terdampak karhutla tidak sampai ludes terbakar, melainkan terganggu kepungan asap pekat. Namun, ada beberapa insiden api merembet dan nyaris menghanguskan fasilitas sekolah atau membakar rumah siswa.

Sekolah Khusus Lentera Nurani di Kotawaringin Timur pada September terpapar api di sekitar jalan HM Arsyad. Api sempat membakar pipa pendingin AC dan menghanguskan plafon salah satu ruang kelas sebelum dipadamkan oleh petugas Damkar Kotim.

SMA Negeri 4 Sungai Raya di Kubu Raya pada Juli hingga September beberapa kali dikepung api karhutla lahan gambut. Beruntung, bangunan sekolah selamat dari amukan api berkat upaya mitigasi mandiri yang dilakukan pihak sekolah. Petugas membuat parit pembatas di sekeliling area sekolah.

Karhutla di Dusun Serdang di Bangka Selatan di Propinsi Bangka-Belitung merembet ke permukiman padat penduduk dan menghanguskan ratusan rumah pada 10 Oktober 2026 akibat angin kencang serta lahan gambut kering. Ratusan perlengkapan dan seragam sekolah milik sekitar 210 siswa (dari jenjang PAUD hingga SMP) menjadi abu.

Facebook Comments

POST A COMMENT.