mepnews.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Peristiwa yang terjadi sejak Selasa malam 6 Oktober 2026 ini sempat mengepung Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari dan memaksa pihak rektorat menghentikan aktivitas perkuliahan tatap muka.
Kobaran api dilaporkan menjalar dengan sangat cepat akibat hembusan angin kencang dan vegetasi semak kering yang mudah terbakar. Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satu titik api utama bahkan sempat mendekat hingga berjarak hanya 50 sampai 80 meter dari Gedung Rektorat Uniska.
Kepanikan sempat terjadi setelah alarm peringatan kebakaran berbunyi. Mahasiswa keluar gedung karena kepulan asap pekat berwarna kecokelatan menyelimuti ruang kelas. Sebelum armada pemadam kebakaran tiba, sejumlah mahasiswa dibantu petugas keamanan kampus sempat berupaya menghalau api dengan peralatan seadanya.
Merespons situasi darurat dan guna mengantisipasi ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Rektor Prof Mohammad Zainul meliburkan sementara aktivitas fisik di kampus. Seluruh kegiatan pembelajaran bagi fakultas di Kampus Handil Bakti dialihkan jadi sistem daring hingga pertengahan Oktober.
Upaya penjinakan api dilakukan intensif oleh tim pemadam kebakaran gabungan yang terdiri dari relawan, aparat TNI/Polri, dan BPBD. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mengerahkan satu unit helikopter water bombing untuk memutus perambatan api di lahan gambut yang sulit dijangkau.
Pihak kampus tetap menyiagakan posko internal dan mengisi penuh fasilitas embung air di area depan gedung guna mengantisipasi munculnya titik api susulan. Sementara itu, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran serta total luas lahan yang hangus terbakar.



POST A COMMENT.