Penarikan Mahasiswa KPM 6 STAIMAS Wonogiri di Desa Cangkring Berlangsung Penuh Kesan

MEPNEWS.ID-Setelah 45 hari menjalankan program pengabdian, mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Angkatan 6 STAIMAS Wonogiri resmi ditarik kembali ke kampus. Acara penarikan mahasiswa KPM Kelompok 1 ini digelar di Balai Desa Cangkring, Kecamatan Jatiroto, Kamis (20/8/2025).

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Mutia Azizah Nuriana, S.E., Sy., M.E., perangkat Desa Cangkring, Camat Jatiroto, serta seluruh peserta KPM Angkatan 6 Kelompok 1.

Rangkaian Acara Penuh Kebersamaan

Acara dimulai dengan sambutan dari perwakilan mahasiswa, dilanjutkan sambutan DPL, Kepala Desa Cangkring, dan Camat Jatiroto. Selain itu, dilakukan penyerahan kenang-kenangan dari kampus STAIMAS dan mahasiswa KPM 6 Kelompok 1 kepada pemerintah desa, serta pemutaran video dokumentasi kegiatan pengabdian. Suasana semakin hangat saat acara ditutup dengan makan bersama dan foto bersama.

Ucapan Terima Kasih dan Harapan

Dalam sambutannya, DPL Mutia Azizah Nuriana menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Cangkring.
“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bimbingan dan penerimaan masyarakat kepada mahasiswa kami. Harapan saya, ilmu yang diperoleh selama pengabdian dapat diaplikasikan di masyarakat,” ujarnya.

Kepala Desa Cangkring, Sunarno, juga menyampaikan penghargaan kepada mahasiswa atas dedikasi mereka.
“Terima kasih kepada mahasiswa KPM 6 atas kontribusi materi, tenaga, dan pikiran yang diberikan. Semoga membawa manfaat bagi masyarakat Cangkring,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Jatiroto, Miran, M.M., menekankan bahwa pengabdian ini bukan hanya soal kegiatan formal, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan warga.

“Saya beberapa kali menyaksikan mahasiswa KPM 6 Kelompok 1 membaur dalam kegiatan masyarakat. Hal ini tentu membangun kedekatan emosional yang akan menjadi kenangan berharga bagi mahasiswa,” ungkapnya.

45 Hari Mengabdi

Program KPM Angkatan 6 STAIMAS Wonogiri berlangsung sejak 7 Juli hingga 20 Agustus 2025. Selama 45 hari, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga menjalin interaksi sosial yang erat dengan masyarakat Desa Cangkring.

Dengan berakhirnya masa pengabdian ini, diharapkan manfaatnya dapat dirasakan baik oleh masyarakat Desa Cangkring maupun para mahasiswa sebagai bekal pengalaman berharga di masa depan. (Lilis Ambarwati)

Facebook Comments

Comments are closed.