#indonesia

Merawat Konflik dan Memahaminya

Catatan Oase : MEPNews.id —– Setiap manusia harus dipahami mempunyai kebutuhan. Kebutuhan itu menjadi penanda bahwa manusia itu dinamis. Dalam pandangan Maslow, dinamisasi kebutuhan itu digambarkan dalam hirarki kebutuhan. Dimulai dari kebutuhan yang paling dasar berupa makan, minum, pakaian dan juga termasuk didalamnya kebutuhan seksual sampai dengan kebutuhan yang tertinggi, yaitu kebutuhan dihargai dan kebutuhan

Read More

Level CO2 Naik, Beras Jadi Kurang Bergizi

MEPNews.id – Indonesia, yang bergantung pada beras, perlu mengambil tindakan strategis jangka panjang untuk kebijakan pangan. Tim peneliti internasional menemukan, peningkatan level karbon dioksida (CO2) di atmosfer bisa mengurangi nilai gizi beras. Prediksinya, populasi di negara-negara dengan konsumsi beras tinggi bisa mengalami lebih banyak mal-nutrisi karena penurunan nilai gizi makanan pokok beras. Sebagaimana dikabarkan Science

Read More

Proksemik Keindonesiaan Kita

Catatan Oase : MEPNews.id —- Proksemik adalah ilmu yang mempelajari tentang jarak komunikasi, Dalam kaitan dengan jarak tersebut, Edward T Hall membaginya ke dalam 4 jenis, Yaitu : jarak publik, jarak sosial, jarak personal, dan jarak akrab. Jarak yang dibuat individu menunjukkan tingkat keakraban yang terjadi di antara mereka. Misalnya, ada suami istri berjalan berdekatan,

Read More

KiaiKanjeng, Pesona Musik “Gendheng”

MEPNews.id — Berbicara tentang sejarah, ada baiknya kita mulai introspeksi. Masuk golongan manakah kita. Golongan yang melupakan sejarah, langsung saja memakan buahnya, tanpa mencari tahu asal-usulnya dari mana. Ataukah golongan yang melek sejarah, yang tahu proses panjang sampai munculnya buah, hingga siap dikonsumsi. Sindiran halus lewat guyonan renyah pun dilemparkan Cak Nun malam itu. “Tapi

Read More

Cak Nun: Percuma Indonesia 2030 Maju Pesat, tapi Rakyat Tak Bermartabat, Maka Berjuanglah

MEPNews.id – Budayawan Emha Ainun Nadjib yang akrab dipangil Cak Nun, mampu menjelaskan lebih gamblang dan visioner berkaitan pidato Ketua Umum Gerindra Prabowo Subiantoyang memperkirakan Indonesia bubar pada 2030. “Asumsi Amerika bahwa Indonesia bubar tahun 2030 itu jangan lalu disalahartikan Indonesia banjur ora ono (lalu tidak ada),” ujar Cak Nun, panggilan Emha di rumahnya, Kadipiro,

Read More

Ayo, Kurangi Duduk dan Tambahi Gerak

MEPNews.id – Coba hitung, berapa bagian dari 24 jam sehari yang Anda gunakan untuk duduk? Mengerjakan tugas di kantor atau di sekolah, sebagian besar dengan duduk. Di kendaraan, hampir sepenuhnya duduk. Bahkan, saat olahraga di gym, sebagian juga dilakuakn dengan duduk. Padahal, semakin lama duduk, semakin besar risiko gangguan kesehatan. “Kebanyakan dari kita duduk atau

Read More

Rocky Gerung: Mendiamkan Kebodohan Adalah Kesalahan Pemimpin

MEPNews.id —- Mendiamkan kebodohan adalah kesalahan pemimpin. Penegasan ini disampaikan Rocky Gerung, Dosen Universitas Indonesia. ” Negeri ini pernah ada di era liberal. Kaya pikiran, tanpa permusuhan. Tapi paradoks adalah politik hari ini, ” tegasnya Kamis (28/12). “Maka, mengaktifkan kemajemukan adalah tugas pemimpin. Tapi justru ia pasif. Mendiamkan kebodohan adalah kesalahan pemimpin. Tapi justru ia

Read More

No Time For Ecek Ecek

Oleh Masruri Abd Muhit Judul di atas adalah kata kata pak Syukri, panggilan akrab bapak DR KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA, yg maksudnya Tidak ada waktu (no time) untuk hal hal yg tidak ada gunanya atau hal hal remeh (for ecek ecek), memotivasi santri untuk memanfaatkan waktunya dan hidupnya untuk hal hal yg bermanfaat dan

Read More

Menyuntik Mangga Busuk, Oleh: Emha Ainun Nadjib

Bagaimana Pakde Sundusin tidak tertawa. Bagaimana dan untuk apa anak-anak muda ini memasuki wacana tentang Jin, Iblis, dan Setan. Hudais adalah kelompok Jin yang berafiliasi ke Iblis yang tugasnya menyesatkan kaum Ulama agar mengutamakan hawa nafsu keduniaannya. Sehingga mereka mudah dijebak dan diseret oleh penguasa. Asyik dengan keterlibatan politik, kolusi, kolaborasi, kerjasama-kerjasama dengan Pemerintah. Mereka

Read More

RADIKALIS MERAH PUTIH Oleh: Emha Ainun Nadjib

Agak jengkel tapi juga takjub. Kenapa dalam legenda “Ande-ande Lumut”, yang ditolak lamarannya adalah Kleting Abang (Merah) dan Kleting Putih. Lebih uring-uringan lagi karena yang diterima untuk diperistri Ande-ande Lumut malah Kleting Kuning. Mosok Golkar. Apa Ande-ande Lumut sekarang Muallaf, sehingga terpesona pada KH. Setya Novanto Muttafaqun ‘Alaih. Bagaimana tidak gemes. Kleting Merah dan Putih

Read More