#caknun

TERBANG TINGGI INDONESIAKU (Ihdinas-shirathal globalisasi) Oleh: Emha Ainun Nadjib

Bagaimana ini. Tak saling paham satu sama lain. Indonesia berlari amat cepat, sedangkan aku terseok-seok di belakang ekornya. Bahkan Indonesia sedang terbang amat tinggi mengarungi masa depan, melompati pagar-pagar cakrawala. Sementara kakiku terantuk-antuk batu, kaki kanan dan kiriku terus-menerus saling menyerimpung satu sama lain. Pesawat tol udara Indonesia membalapku tak alang kepalang. Melintas-lintas, menembus seribu

Read More

PASSWORD IBLIS.COM (Pokoknya Saya Yang Benar) Oleh: Emha Ainun Nadjib

Kali ini saya benar-benar marah kepada Iblis. Marah besar. Tidak bisa saya tahan lagi. Tak ada stok kesabaran lagi. Apalagi kompromi. Saya harus segera menemukan si raja bangsat ini. Kemungkinan besar saya akan tantang dia berkelahi. Terus terang semakin udzur usia saya semakin kacau hidup saya, karena polah Iblis, bukan karena yang lain, misalnya Malaikat

Read More

Cak Nun Bincang Siang di Mandurah Foreshore, Australia

26 Sep 2017 MEPNews.id —- Bersentuhan dengan orang atau komunitas yang memiliki perbedaan lingkungan atau karakter budaya dengan kita mensyaratkan kita punya perspektif yang kaya dan kerapkali harus disertai sikap simpatik dan empatik. Dalam cara itu, hubungan interaktif yang terbangun dapat diwarnai saling pengertian dan penghargaan. Bincang santai di Mandurah Foreshore. Bincang santai di Mandurah Foreshore.

Read More

RANTÉ KAPAL DAN IWAK BABI (Mewaspadai Ahistorisitas) Oleh: Muhammad Ainun Nadjib

Kalau tidak salah dulu dalam pembelajaran akademik sastra, ada yang disebut teori strukturalisme. Saya tidak terlalu yakin. Tetapi seingat saya maksud teori itu adalah keseyogiaan bagi para kritikus atau teoretikus sastra untuk mempelajari latar belakang kehidupan sastrawannya, supaya lebih memiliki kelengkapan dalam memahami karya sastranya. Ini saya pakai untuk memberi saran kepada para pembaca, dengan

Read More

MENDADAK REPUBLIK (Ikan Tanpa Sungai) Oleh: Emha Ainun Nadjib

Tulisan ini diperuntukkan khusus bagi sedikit orang yang pernah bersentuhan dengan saya, bergaul, berinteraksi, bersilaturahmi, langsung maupun tidak langsung. Khususnya yang berkaitan dengan tulisan-tulisan saya. Ini sebuah pesan khusus. Setelah mengalami Indonesia 60 tahun lebih, akhirnya saya menyadari bahwa kemungkinan besar Anda harus mewaspadai tulisan-tulisan saya. Terus terang saya agak curiga bahwa pada apa yang

Read More

BOLA TANPA PEMAIN (Qadla dan Qadar) Oleh: Emha Ainun Nadjib

Kalau tangan kananmu memberi, selalu diusahakan jangan sampai ketahuan oleh tangan kiri. Akibatnya tangan kiri sering uring-uringan kepada tangan kanan: “Kenapa kamu tidak pernah bersedekah?” Pada koordinat dilema itulah Tuhan meletakkan manusia dalam kehidupan. Kalau manusia menunjukkan perannya, bisa terbentur tembok “riya”. Kalau manusia menyembunyikan perannya, manusia bisa di-sampah-kan oleh sesamanya. Buku sejarah bukan hanya

Read More

OLIGARKI KUBURAN (Cakrawala dan Ketenteraman) Oleh: Emha Ainun Nadjib

Aku anak bangsa Indonesia. Tidak akan main-main dalam mengelola Kambing. Tidak pula akan pernah kuucapkan “sekadar Kambing”. Kambing itu salah satu hasil karya Allah swt, yang terpilih untuk bergabung naik Bahtera Nabi Nuh. Bahkan pun seandainya yang kupelihara adalah Babi, yang menurut sebuah Kitab tercipta dari luka perut Gajah, atau Tikus yang berasal dari darah

Read More

GOATBOY (Balada Kambing dan Garangan) Oleh: Emha Ainun Nadjib

Aku orang kecil. Anak rakyat kecil. Cita-citaku kerdil: sangat ingin “angon wedus”, menggembalakan kambing. Tak terjangkau olehku level “Cowboy” atau “Blantik Sapi”. Paling jauh hanya Goatboy. Tak bisa tahan hatiku. Aku harus punya kambing. Aku ingin menggembalakan mereka ke padang-padang rumput, di lapangan bola, di “tangkis” atau “gesik” yang diapit oleh Kali Gede dan Kali

Read More

MEMPERMALUKAN KORUPTOR (Siapa pemilik tanah dan air) Oleh: Emha Ainun Nadjib

Aku ingin bercerita tentang kambing, air sungai, dan sumur, pengetahuan tentang apa yang disembunyikan oleh manusia, serta tentang mempelajari kepemimpinan dan belajar memimpin. Juga tentang rasa malu. Agak panjang kisah dari masa kanak-kanakku ini. Berjalan kaki pulang sekolah di desa seberang yang jaraknya sekitar 3 kilometer dari rumah di desaku, melintasi beberapa jembatan, pesawahan dan

Read More

SELAMAT DATANG JUARAKU (Belajar Menjadi Indonesia) Oleh: Emha Ainun Nadjib

Selamat datang Juaraku. Di semi final kalian bermain sangat bagus dan jauh lebih bagus dari kesebelasan Thailand yang akhirnya menjadi Juara AFF U-18 2017. Fakta persepakbolaan kalian melebihi Juara. Yang mengalahkan kalian sehingga tak bisa masuk final adalah fakta bahwa kehidupan ini lebih luas dari lapangan sepakbola. Di luasnya kehidupan itu ada makhluk yang namanya

Read More