Di MPOA Otak, Ada Pusat Kontrol Pengasuhan

MEPNews.id – Apakah Anda tergolong tipe orang tua helikopter yang terus-menerus mengawasi anak dari atas? Apakah Anda tergolong tipe orang tua lepas tangan yang memberi anak kebebasan sebebas-bebasnya? Apakah Anda tergolong orang tua otoriter yang biasa mendiktekan kemauan pada anak? apakah Anda termasuk golongan orang tua permisif yang biasa membiarkan anak berkembang sendiri? Apa pun tipe Anda, ada bagian di dalam otak Anda yang mengatur itu.

Annie Palmer, dalam Daily Mail edisi online 11 Oktober 2018, mengabarkan penelitian baru yang menemukan sirkuit saraf di otak yang dapat memainkan peran dalam menentukan bagaimana orang tua akan merawat anak-anak mereka. Setidaknya, temuan itu berlaku untuk tikus.

Dalam studi yang hasilnya dipublikasikan di jurnal American Association for Advancement of Science, para peneliti mengaktivasi bagian-bagian neuron di area tertentu dalam otak. Mereka menemukan himpunan bagian yang berbeda menyebabkan tikus berbeda dalam merawat, berinteraksi dan terlibat dalam perilaku lain dengan anak-anaknya. Belum jelas apakah sirkuit yang sama juga ada pada mamalia lain, tetapi itu berfungsi sebagai studi kasus yang menarik bagi manusia.

Peneliti dari Howard Hughes Medical Institute dan Harvard University di Amerika Serikat secara khusus mengkaji sekelompok kecil neuron di area preoptik media (MPOA) dalam otak. Neuron-neuron ini mengendalikan segala sesuatu mulai dari rasa lapar dan haus terhadap dorongan seksual, diatur dalam sub-populasi yang terhubung ke berbagai area otak.

Dari sana, para ilmuwan bekerja untuk menentukan sub-populasi mana yang diaktifkan ketika tikus menjalankan tugas pengasuhan yang berbeda; mulai dari perawatan hingga memberi makan. Mereka menemukan semua neuron MPOA menyala ketika tikus berperan menjadi orangtua. Tapi, dengan mengaktifkan sub-populasi tertentu, itu memicu perilaku tertentu.

Dari situ, peneliti mendapatkan sub-populasi neuron berbeda yang bertanggung jawab untuk tugas pengasuhan berbeda. Sebagai contoh, mereka menemukan bahwa mengaktifkan satu bagian dari neuron itu menyebabkan tikus jantan dan betina merawat anak-anaknya. Mereka juga menemukan bagian lain neuron untuk ‘mempengaruhi motivasi berinteraksi dengan bayi’.

Johannes Kohl, pemimpin penelitian, menstimulasi sub-populasi neuron dan menemukan bahwa itu dapat menekan perilaku sosial yang tidak terkait dengan pengasuhan.

“Kohl secara tak terduga mengamati bahwa manipulasi ini menekan interaksi dengan tikus dewasa baik pada jantan maupun betina. Oleh karena itu, kumpulan ini mungkin secara tidak langsung meningkatkan pengasuhan dengan caramenekan perilaku non-sosial orang tua,” begitu catatan American Association for the Advancement of Science.

Para ilmuwan mengatakan, penelitian ini memberikan pendalaman pada bagian mana dari otak yang banyak keterampilan untuk mengasuh anak. “Penelitian ini penting karena menyoroti sirkuit otak yang membentuk sifat-sifat penting termasuk perilaku pengasuhan,” kata Peter Stern, editor senior di Science, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Kohl mengakui, “Saat ini masih terlalu dini untuk mengetahui apakah temuan ini secara langsung berlaku untuk manusia; yang perilakunya jauh lebih kompleks dan banyak tunduk pada pengaruh sosial atau budaya tambahan. Namun, penelitian ini menemukan banyak hal tentang bagaimana perilaku sosial terhubung ke otak.”

Setelah penelitian, Kohl berharap bisa memeriksa bagaimana hal-hal seperti stres, tidur atau kelaparan mempengaruhi sirkuit-sirkuit ini, dan apakah perilaku sosial lainnya bergantung pada sirkuit neural yang serupa dalam bentuk dan fungsinya dengan yang diidentifikasi untuk pengasuhan.

Facebook Comments

POST A COMMENT.