FKp UNAIR Ikut Bikin Kampung Pelangi

MEPNews.id – Bertempat di RT 03/RW 04 Kelurahan Kendangsari Surabaya pada 7 Oktober 2018, Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga (UNAIR) merintis kampung pelangi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat itu bertema ‘Kelurahan Kendangsari Menuju Kampung Pelangi Surabaya Sebagai Upaya Perbaikan Lingkungan Kota Melalui Strategi Kampung Kreatif.’

fkp 2Kegiatan ini dilakukan Elida Ulfiana, S.Kep., Ners., M. Kep., sebagai ketua panitia, Eka M. Ns., M.Kep, sebagai pendamping, mahasiswa fakultas keperawatan, dan seluruh warga RT 03 Kendangsari. Lantaran banyak sampah berserakan, serta kepadatan rumah penduduk menyebabkan lingkungan terlihat kurang asri, maka para dosen, mahasiswa, dan warga bersama-sama menghias lingkungan kampung.

Kelurahan Kendangsari dipilih sebagai kampung pelangi lantaran pernah menjadi tempat binaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNAIR. Selain itu, di kampung ini belum tersedia bank sampah, banyak tembok kusam, serta adanya keinginan warga untuk mengubah lingkungan menjadi lebih asri.

Kegiatan ini dilakukan setiap hari Minggu mulai Minggu 30 Agustus. Dalam rentang waktu itu, ada lima lima tahap rintisan untuk mewujudkan arah Kendangsari sebagai kampung pelangi.

Pertama, identifikasi ide kreatif oleh inisiator. Dalam hal ini, inisiatornya dosen pembina KKN Elida Ulfiana, S.Kep, Ners, M.Kep. Kedua, realisasi ide kreatif. Inisiator mensosialisasikan kampung pelangi ke warga. Mengenai hal ini, Elida mengatakan, “Kerja bakti dilakukan tiap Minggu dengan mengecat tugu, toko-toko, makam, tembok rumah yang bermotif macam-macam, serta pengecatan hiasan seperti tampah dan camping yang bertuliskan I love Kendangsari, Kendangsari Penuh Warna, dan Kampung Pelangi Kendangsari.”

fkp 3Ketiga, penguatan ide kreatif sata tim bermitra dengan instansi terkait. Dinas Kebersihan Kota Surabaya membantu donasi tanaman hias dan pupuk kompos. Bank Sampah Surabaya membantu mengelola sampah. Kerjasama dengan UKM untuk pelatihan batik celup Chibori. Juga ada kerjasama dengan perusahaan cat seperti Avian dan Nippon Paint.

Tahap keempat, penentuan ruang atau basis. Berada di rumah warga untuk berkoordinasi agar mendapatkan tempat untuk pertemuan dengan warga membahas rintisan kampung pelangi ke depan. Tahap kelima, evaluasi. Ke depan, kampung pelangi akan dikelola secara mandiri oleh masyarakat Kendangsari.

Elida berharap, kegiatan ini sebagai inisiasi menuju kampung kreatif seperti kampung warna-warni Jodipan di Malang. Syaratnya, harus punya kesinambungan dengan warga, perilaku kebersihan lingkungan, supaya banyak masyarakat lain bisa berkunjung. Ekonomi warga juga harus terangkat, dengan potensi yang ada seperti Batik Chibori. Chibori adalah seni pewarnaan dari Jepang yang dipadukan batik dengan cara teknik lipatan sasaringan dan pencelupan warna. (PIH UNAIR)

Facebook Comments

POST A COMMENT.