Imam Tohari, Kru Kembang Api Surabaya, Hilang di Palu

MEPNews.id —– Ini kisah lain dari gempa dan tsunami di Palu. Dan, dunia rental equipment event di Surabaya pun, berduka.

Seorang karib kami, kru vendor kembang api dari Surabaya, tertelan gempa Palu, hilang sampai sekarang.

Bagaimana ceritanya? Saat gempa dan tsunami datang, kebetulan Pemerintah kota Palu sedang menyiapkan pembukaan event tahunan “Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) 2018”, yang digelar tanggal 28 – 30 September 2018.

Acara dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Palu ini, dipusatkan di sepanjang pesisir Teluk Palu. Dimulai dari ujung Hotel Wina Pantai sampai ujung menuju belokan menuju Swiss Bell Hotel.

Nah, untuk kebutuhan event, panitia order kembang api dari vendor di Surabaya. Tiga kru kembang api, dua hari sebelum hari naas itu, berangkat ke Palu.

Kejadiannya sangat mengerikan.

Sore hari itu, tanggal 28 November 2018, sebelum Mahrib, saat persiapan panggung sudah ready semua, dua kru naik ke bukit beli air mineral. Sedang satu kru lagi, Imam Tohari, tetap jaga kembang api di belakang panggung riging. “Tiba-tiba gempa dahsyat datang. Dari atas bukit, kami lihat panggung besar itu seperti ditelan bumi, lenyap seketika, lalu dari arah laut, tsunami menggelegar datang, menyapu semuanya, puluhan kru event hilang, termasuk Imam Tohari kru kami, ” ujar Indro Gunawan, pimpinan rental kembang api dari Surabaya, kemarin.

Dari tiga kru yang berangkat, dua orang selamat. Sedang seorang lagi, Imam Tohari, 45thn, yang beralamat di jalan Menur Gg 1 no 16B Surabaya, hilang sampai sekarang.

Sebelum gempa datang, Imam Tohari ternyata sempat selfie di depan panggung. Ia tak akan menyangka kalau foto ini, adalah foto terakhirnya.

Inna Lillahi wa inna Ilaihi Rojiun

Selamat jalan, Mas Imam Tohari, semoga khusnul khotimah. Aaminnn. (damarhuda)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.