FKG UNAIR Gelar Konferensi Internasional Terapi Regeneratif

MEPNews.id – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga menggelar konferensi internasional bertajuk The 5th Joint Scientific Meeting in Dentistry (JSMiD) pada 2-3 Oktober 2018 di Aula Kahuripan, Lantai 3, Gedung Rektorat UNAIR.

Peneliti dari Jepang, Malaysia, dan Korea Selatan dihadirkan. Di antaranya, Prof Kurihara Hidemi, DDS., Ph.D., Prof. Takahashi Nobuhiro, DDS, Ph.D, Prof Maeda Takeyasu, DDS, Ph.D., Guang Hong, DDS., Ph.D., Prof. Koichi Kato, M.Agr., Ph.D., dan Meekyoung Son, DDS., MDS., Ph.D

Ketua Panitia The 5th JSMiD, Irma Josefina Savitri, drg., Ph.D., Sp.Perio(K), mengungkapkan FKG UNAIR rutin menggelar kegiatan serupa. Tahun ini FKG memiliki tiga agenda pelaksanaan konferensi internasional, yakni pada Agustus, Oktober, dan November.

Kegiatan semacam itu penting karena diperlukan media untuk melihat perkembangan isu-isu bidang penelitian tertentu. Terutama kedokteran gigi yang mencakup internasional. Acara ini juga dibutuhkan sebagai media transfer of knowledge dari luar ke FKG maupun dari penelitian FKG ke pihak luar.

”Banyak sekali penelitian kami yang belum terpublikasi, juga sasarannya nanti adalah untuk publikasi internasional Scopus,” ujar Irma, dikutip UNAIR NEWS edisi 3 Oktober 2018.

Dalam konferensi itu dipamerkan 109 poster penelitian, ditambah 126 paper penelitian yang siap dipublikasikan di jurnal terindeks Scopus. ”Karena itu, sasaran konferensi adalah para mahasiswa PPDGS (Program Profesi Dokter Gigi Spesialis),” ucapnya.

Irma menambahkan, kolaborasi dari perguruan tinggi lintas negara sudah digelar FKG berupa pendidikan di sana maupun student exchange. Bahkan, sejumlah kolaborasi penelitian bersama sudah digelar. Misalnya, penelitiannya sendiri tentang obat-obatan herbal untuk preventive medicine.

”Saat itu saya bekerja sama dengan Horoshima University, dibimbing Profesor Kurihara. Saya mempelajari bagaimana membuat suatu obat yang bisa mencegah penyakit dalam rongga mulut, khususnya penyakit periodontal. Juga, kini tengah dijajaki soal penelitian mikrobium,” sebutnya.

Terapi Regeneratif
Irma menjelaskan, selama ini belum banyak yang berpikir holistik soal kesehatan gigi. Artinya, kita menganggap gigi hanya sebagai gigi, tapi bukan sebagai bagian dari tubuh. Karena itu, bahasan dalam konferensi lebih mengacu pada kesehatan gigi sebagai bagian dari kesehatan tubuh. ”Jadi, kini kita mulai berpikir menggunakan bahan dari tubuh kita sendiri untuk regeneratif di tubuh kita. Itu yang tengah kami bahas sekarang,” ujarnya.

Meski demikian, Irma mengakui hal itu memerlukan proses tidak singkat dan mudah. Sebab, itu membutuhkan formula sangat tepat. Namun, dia optimistis bahwa regenerative theraphy kelak bisa berjalan dengan baik. ”Di FKG, penelitian ini sudah banyak dilakukan,” imbuhnya.

Atas penyelengaraan konferensi itu, Irma berharap output berupa publikasi penelitian mampu dicapai. Selain itu, transfer of knowledge bisa dirasakan para mahasiswa PPDGS. Dengan begitu, kecakapan dan keterampilan mahasiswa dalam meneliti maupun merawat pasien menjadi lebih baik karena memiliki dasar sains. ”Yang ketiga, kita mampu menelurkan peneliti dan penelitian. Termasuk menelurkan paten-paten ke depan,” ucapnya. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.