Apakah Letusan Soputan Terkait Gempa Palu?

MEPNews.id – Gunung Soputan, yang hanya sekitar 50 kilomter dari Manado ibukota Sulawesi Utara, meletus pada 3 Oktober 2018 sejak pukul 08.47 WITA. Seperti dilaporkan PVMBG dari Pos Pengamatan Gunung Soputan, letusannya berupa kolom-kolom erupsi yang mencapai 4 km. Letusan ini terjadi lima hari setelah gempa dan tsunami di Donggala yang menghantam Palu ibukota Sulawesi Tengah.

Sama-sama di Pulau Sulawesi, dipisahkan jarak sekitar 900 kilometer, membuat orang mencoba-coba mencari hubungan. Apakah erupsi gunung dengan ketinggian sekitar 1.809 m di atas permukaan laut (mdpl) ini berkaitan dengan gempa di Palu? Apakah gempa selalu menyebabkan gunung api meletus?

Dr. Eng. Mirzam Abdurrachman, volkanolog dari Institut Teknologi Bandung, menjelaskan gempa bisa saja memicu letusan gunung berapi. Contohnya, Gunung Agung sempat meletus beberapa menit setelah gempa mengguncang selatan pulau Bali pada Juli 2018. Contoh kasus lain, gunung Fuji di Jepang pada 16 Desember 1707.

Namun, bisa juga gempa tidak memicu letusan gunung. Gempa Lombok yang berulang-ulang pada Agustus 2018 tidak membuat Gunung Rinjani bergeming sedikit pun. “Kenapa? Karena belum periode atau waktu letusan. Dapur magma Rinjani yang masih kosong mampu mengakomodir goncangan sehingga tidak terjadi letusan,” katanya dikutip situs resmi itb.ac.id., 3 Oktober 2018.

Lantas bagaimana dengan Gunung Soputan dan gempa Palu? Menurut Dr. Mirzam, Gunung Soputan beberapa saat terakhir meletus pada 2012 dan 2015. Dengan interval tiga tahun, letusan 2018 adalah waktu yang diperkirakan.

Namun, produk letusannya kali ini sebagian besar hanya abu tanpa material magmatik. Ini mengindikasikan perubahan tekanan mendadak di dalam dapur magma. Bisa jadi itu adalah kombinasi waktu letusan yang dipicu oleh gempa. “Tapi, rekaman data sesimisitas dan pemantauan lanjut produk letusan Soputan beberapa waktu ke depan akan memberikan jawaban yang lebih pasti,” ujarnya.

Facebook Comments

POST A COMMENT.