Tips Waspada Tsunami

MEPNews.id – Tsunami adalah serangkaian gelombang besar dari lautan yang disebabkan gempa bumi, tanah longsor bawah laut, letusan gunung berapi, atau asteroid. Beda dengan ombak laut, tsunami dapat membunuh manusia dan menghancurkan bangunan ketika gelombang datang dan pergi. Itu karena kecepatannya bisa antara 50-80 kilometer per jam dengan ketinggian 1–30 meter. Besarnya gelombang bisa menyebabkan banjir dan mengganggu transportasi, listrik, komunikasi, dan pasokan air bersih.

Tsunami bisa terjadi di mana saja, dan menjadi berbahaya jika terjadi di kawasan pesisir. Maka, jika ada peringatan terjadinya tsunami, berikut ini tips yang diberikan ready.gov situs resmi Department of Homeland Security di Amerika Serikat;

• Segera lindungi diri dari kemungkinan dampak gempa.
• Pergi sejauh mungkin ke daratan yang lebih tinggi.
• Waspada terhadap tanda-tanda tsunami, antara lain menyusutnya laut secara tiba-tiba, yang biasanya disusul dengan baliknya gelombang tinggi.
• Evakuasi: JANGAN menunggu! Segera pergi setelah melihat tanda-tanda alami tsunami atau menerima peringatan resmi tentang adanya tsunami.

Bagaimana agar tetap aman dari ancaman tsunami?

Jika Anda tinggal, atau sering mengunjungi, daerah pesisir pantai, pelajari risiko tsunami. Kawasan teluk atau delta sempit berpeluang menimbulkan gelombang tinggi. Kawasan landai dan terbuka relatif lebih aman. Pelajari juga zona dan rute evakuasi.

Pahami juga tanda-tanda potensi tsunami. Antara lain; gempa bumi, raungan keras dari laut, atau perilaku laut yang tidak biasa. Misalnya, air naik tiba-tiba membentuk seperti dinding, atau tiba-tiba air surut sehingga menampakkan dasar lautan.

Pahami dan latih diri tentang rencana evakuasi atau petakan rute dari rumah, kantor, dan bermain ke tempat aman. Pilih tempat perlindungan 30 meter atau lebih di atas permukaan laut, atau setidaknya pergi satu kilometer ke daratan. Buat rencana komunikasi darurat dengan keluarga, rencanakan tempat untuk bertemu jika Anda terpisah.

Bagaimana bertahan jika terjadi gempa dan tsunami?

Jika berada di daerah rawan tsunami lalu ada gempa, maka pertama-tama lindungi diri dari gempa. Rebahkan badan atau posisi merunduk, lindungi kepala dan leher dengan lengan. Pegang sesuatu yang kokoh sampai getaran berhenti. Cari jalan keluar, atau tempat terbuka, tapi hindari area dengan banyak puing.

Ketika getaran gempa berhenti, tapi ada tanda-tanda alam atau peringatan resmi tsunami, selamatkan diri ke tempat aman setinggi mungkin atau sejauh mungkin masuk ke daratan. Evakuasi diri berdasarkan rute yang telah dipelajari. Rute evakuasi biasanya ditandai rambu gelombang dengan tanda panah ke arah daratan lebih tinggi. Jika sudah berada di luar zona bahaya tsunami, tinggallah sementara. Jika ada pihak berwenang yang meminta evakuasi lagi, pergilah.

Jika kalah cepat dengan datangnya air, raihlah sesuatu yang mengapung antara lain rakit, batang pohon, jerigen, atau daun pintu. Ini bisa membantu Anda sekadar mempertahanan di di dalam amukan air. Jika berada di perahu, hadapkan ke arah ombak dan menuju ke laut karena risikonya lebih rendah.

Setelah gelombang tsunami reda dan air mulai kembali ke laut, Alhamdulillah selamat dari cobaan pertama. Namun, masih banyak tantangan lagi di depan.

Terus dengarkan peringatan dan petunjuk dari pihak berwenang tentang area yang harus dihindari dan lokasi tempat bernaung. Jangan coba-coba mengarungi genangan air yang tersisa, karena dapat mengandung puing berbahaya atau kedalamannya tidak seperti yang terlihat mata.

Menjauhlah dari bangunan, jalan, dan jembatan yang rusak. Waspadai risiko tersengat listrik. Saluran listrik bawah tanah atau kabel jatuh dapat mengalirkan listri ke dalam air. Jangan menyentuh peralatan listrik jika sedang basah atau jika berdiri di air.

Jika ada, manfaatkan telepon genggam untuk keadaan darurat. Sistem telepon sering terputus atau terlalu sibuk setelah terjadi bencana. Jika bisa, gunakan media sosial untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman.

Facebook Comments

POST A COMMENT.