Blockchain Karya ITB Sokong Industri 4.0

MEPNews.id – Hampir seluruh aspek kehidupan kini menjadi semakin canggih. Konsep smart technology menjadi trend tersendiri di lingkungan sosial, termasuk digitalisasi komunikasi di era industri 4.0. Pasar, rantai suplai, dan proses manufaktur, telah memasuki era otomasi. Tak lagi terfokuskan hanya pada sirkulasi produk skala massal, tapi juga pada pengintegrasian data. Tantangan baru penguasaan cyber-physic system, IoT, cloud computing, serta cognitif computing harus dijawab dengan kesiapan dari sisi teknologi maupun birokrasi.

Namun, tak hanya kesiapan teknologi pengintegrasian data yang mutlak diperlukan. Aspek keamanan dan validasi data itu sendiri harus juga dapat dijamin. Berangkat dari misi ini, sebagaimana dikabarkan situs resmi itb.ac.id pada 29 September 2018, Rezha Kusuma mahasiswa ITB mengembangkan sistem blockchain untuk data berupa identitas yang diberi nama Blockchain ID.

Apa itu blockchain? Blockchain merupakan sistem pencatatan data (database) yang tersebar di semua jaringan dalam sistem. Blockchain menerapkan konsep sederhana tetapi krusial. Dalam cryptocurrency, desentralisasi data ini sangat penting untuk mencegah hilangnya kontrol jika sistem utama disadap. Sekalipun data pada suatu komputer di jaringan mengalami kerusakan, riwayat transaksi akan aman karena tersimpan di komputer lain dalam jaringan tapi dalam bentuk terenskripsi. Hanya pemilik data dan beberapa pihak yang dapat membuka rincian transaksinya menggunakan private key. Selain itu, kontrol individu terhadap kemungkinan penyalahgunaan data pribadinya oleh sistem pusat akan sangat bermanfaat terutama di era digital ini.

“Sebesar 90% masyarakat dunia khawatir bagaimana identitasnya digunakan. Namun kurang dari 10% yang merasa memilki kontrol terhadap identitasnya. Bagaimana jika ada suatu sistem identitas yang memberikan kontrol kembali kepada si pemilik identitas itu sendiri?” kata Rezha.

Oleh sebab itu, Rezha membuat Blockchain ID. Sesuai slogan ‘Kontrol Identitas Kembali pada Anda’, Blockchain ID dikembangkan dengan fungsi utama agar pemilik data dapat memegang data identitasnya sendiri, mengubah, mengelola, serta melacak siapa yang menggunakan identitas miliknya. Segala macam transaksi yang bersifat multiidentitas bisa menggunakan sistem hasil Tenant LPIK-ITB itu. Hal itu mengimplikasikan begitu luas aspek yang dapat diakomodasi menggunakan Blockchain dari hasil pengembangannya.

Sejauh ini, pengembangan blockchain di Indonesia masih terbatas. Dengan tingkat keamanan dan validitas data tinggi, Blockchain akan sangat prospektif di era industri 4.0. Integralistik otomasi dan digital marketing mensyaratkan basis data yang sangat lengkap dan terdistribusi secara aman. Basis data ini akan dapat dibuat jika proses pencatatannya bersifat holistik selain juga tervalidasi dari sisi nilai. Oleh karena itu, blockchain akan menjadi sangat penting untuk dapat dikuasai demi menghadapi era industri 4.0.

Facebook Comments

POST A COMMENT.