Gempa dan Tsunami Lagi di Ring of Fire

Kapal besar terbawa tsunami hingga ke daratan. (Instagram@nahwanuri)

Kapal besar terbawa tsunami hingga ke daratan. (Instagram@nahwanuri)

MEPNews.id – Indonesia tidak asing dengan gempa bumi karena berlokasi di kawasan ‘Ring of Fire‘ yakni pertemuan deretan gunung berapi Asia dan Pasifik. Beberapa gempa skala besar dan kecil telah melanda kawasan itu dalam beberapa saat terakhir.

Yang sangat dikenang, gempa bumi memicu tsunami pada 2004 di perairan sekitar Aceh meminta korban ratusan ribu jiwa. Pada 2016, peneliti menemukan patahan terbesar permukaan Bumi yang berjalan di bawah beberapa pulau di Indonesia. Pada Agustus 2018, Lombok dilanda serangkaian gempa yang dampaknya masih terasa hingga kini. Pada 28 September 2018, gempa berkekuatan 7,5 skala Richter mengguncang perairan teluk Palu di Sulawesi di Indonesia sehingga memicu tsunami 1,8 meter.

Gempa dahsyat di perairan Palu itu diikuti beberapa gempa susulan kuat. Guncangannya tidak hanya melanda Sulawesi Tengah, tapi juga dirasakan hingga pulau seberang antara lain di Kalimantan Timur. Guncangannya mengoyak sejumlah bangunan di kota-kota Palu, Donggala, dan sekitarnya.

Setelah gempa utama, tsunami dari laut masuk menuju Teluk Palu. Gelombangnya merobek beberapa kota dan pantai yang dilewati. Antara lain Jembatan Kuning yang menjadi ikon kota Palu. Rekaman video dan foto-foto tentang dahsyatnya tsunami itu sudah beredar di berbagai media sosial.

Divisi Infanteri 2 Kostrad berangkatkan 82 prajurit Yonkes 2 bergabung bersama Satgas Kesehatan TNI ke Palu. (Instagram@pendivif2kostrad)

Divisi Infanteri 2 Kostrad berangkatkan 82 prajurit Yonkes 2 bergabung bersama Satgas Kesehatan TNI ke Palu. (Instagram@pendivif2kostrad)

Putusnya sebagian besar jalur komunikasi mempersulit pendataan kondisi riil di lapangan. “Situasinya kacau. Orang-orang menyelamatkan diri. Ada gedung-gedung ambruk,” kata Dwikorita Karnawati, kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Peringatan tsunami telah dicabut dan upaya tanggap darurat dilaksanakan. Bandara, yang sempat ditutup karena terdampak, mulai bisa dioperasikan lagi. TNI mulai dierahkan ke daerah untuk membantu membersihkan puing. Beberapa lembaga bantuan mulai didatangkan.

Namun, Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, mendorong penduduk setempat untuk tetap waspada. “Potensi gempa susulan bisa berbahaya.”

Facebook Comments

POST A COMMENT.