Datang Absen, Pulang Datang Absen

 

By: Syaifulloh
Penikmat Pendidikan

MEPNews.id — Kata profesional sudah menjadi bahan pembicaraan resmi di pendidkan hampir setiap saat, baik oleh guru, kepala Sekolah, Dinas Pendidikan, Kemendikbud, PGRI, Kemenag dan lembaga pendidkan lainnya. Suatu kata yang bisa menyedot waktu, tenaga dan biaya yang sangat besar dari pemerintah agar bisa mencapai kondisi tenaga pendidik dengan ideal sesuai dengan standar pendidikan.

Guru profesional pada satuan pendidkan tercermin dari tugas dan tanggung jawabnya untuk dapat melaksanakan tugas sebagai pendidik. Tugas yang di embannya baik melaksanakan proses belajar mengajar maupun sebagai tauladan bagi siswanya agar dapat mencapai kompetensi spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan ketrampilan. Suatu capaian kompetensi yang diharapkan dapat dikuasai oleh seluruh siswa sebagai bekal belajar berikutnya.

Kesadaran menjadi profesional ini membutuhkan kesabaran bagi guru untuk mencapainya, banyak kegiatan dan pelatihan yang harus di ikuti agar kemampuan mencapai kemajuan terpatri dalam sanubari setiap guru. Tanggung jawab mendasar bisa dilakukan pada periode yang ditentukan sesuai beban kerja sebagai guru baik proses belajar mengajar di kelas maupun dibkuar kelas.

Kesadaran untuk tetap di sekolah walaupun tidak memiliki jam mengajar sebagai bentuk tanggungjawab profesional mendasar dengan membuat perangkat mengajar sebelum mengajar agar pembelajaran sesuai dengan tingkatan kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa.

Sangat naïf apabila sekolah/madrasah memiliki guru yang hanya ke sekolah/madrasah untuk datang absen setelah absen sudah keluar tidak tentu rimbanya dan tidak memiliki tanggungjawab sebagai pendidik, guru semacam ini yang penting absen dan rutin menerima gaji dari negara atau gaji honorernya.

Bagi guru yang memiliki jam mengajar terbatas, sesuai jam sertifikasi atau jam mengajarnya, Guru tipe semacam ini akan segera pulang atau keluar dari sekolah ketika jam mengajarnya habis. Guru tersebut akan kembali ke sekolah/madrasah ketika jam pulang menghadang untuk absen. Jadi guru tersebut bisa disebut “ketika jam pulang dia datang lagi ke sekolah untuk ceklok” agar tetap tercatat kehadirannya.

Bisa dipahami kalau pendidkan dengan model guru semacam ini akan sulit mencapai sikap profesional kepada dirinya sendiri. Akibatnya ketika mengajarpun sikap profesional tidak akan nampak sikap kesungguhannya dalam membantu siswa mencapai kompetensi. Walaupun aturan bertumpuk-tumpuk sampai lupa untuk di ingat apalagi dihafal tapi kalau guru tidak ada keinginan untuk mengubah dirinya menjadi guru profesional maka sulit terwujud pendidikan bermutu.

Bila banyak guru di sekolah/madrasah adalah keturunan kerajaan kecil, biasanya turunan kerajaan kecil ini ada yang suka dengan model “absen datang, pulang datang absen”. Mengapa bisa seperti ini? Karena tidak ada yang berani “nglaruhi” turunan kerajaan kecil ini, karena khawatir kualat. Siapa yang bisa menyelesaikan masalah ini? Kesadaran individu yang bersangkutan karena ada anggapan bahwa keturunan kerajaan itu dianggap masyarakat memiliki kepintaran semua.

Kepercayaan tinggi pada profesi yang digeluti dengan penuh tanggungjawab dengan perasaan bersalah apabila tidak melakukan kewajibannya dengan baik adalah salah satu kunci keberhasilan peningkatan profesional guru. Bagi guru PNS, mereka akan sadar kalau gaji dan sertifikasinya berasal dari pajak yang dibayar seluruh lapisan masyarakat.

Guru profesional kunci kemajuan bangsa, investasi terbesar itu adalah dari leher ke atas. Disitu terletak segala macam fungsi berfikir manusia menuju peradaban tinggi. Pendidikan terbaik itulah jawaban dari segala macam kerusakan dan itu terjadi apabila ada kesadaran dari semua guru bertindak profesional sesuai dengan aturan. Akhirnya pendidkan dipenuhi oleh guru yang amanah dan dapat dipercaya sebagai kompetensi sikap profesional.

قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ

“Ya bapakku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja kepada kita. Karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya” [Al-Qashash : 26]

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.