Makan Buah dan Sayur Kurangi Risiko Depresi

MEPNews.id – Diketahui, kesehatan mental yang buruk dapat mempengaruhi nafsu makan dengan cara negatif. Tetapi, sebaliknya, seberapa besar pengaruh kebiasaan makan yang buruk terhadap kerentanan masalah kesehatan mental?

Sadhana Bharanidharan dalam Medical Daily 28 September 2018 melaporkan, peneliti dari University College London di Inggris mengulas beberapa penelitian yang diterbitkan dalam beberapa tahun terakhir untuk mencari tahu. Ulasan mereka berjudul ‘Healthy dietary indices and risk of depressive outcomes: a systematic review and meta-analysis of observational studies’ diterbitkan di Molecular Psychiatry pada 26 September.

Dr. Camille Lasalle dan rekan-rekannya melakukan review dengan cara mengumpulkan hasil 41 studi multi-negara. Tujuannya untuk mengidentifikasi hubungan potensial antara kualitas dan jenis diet yang diikuti dan risiko kena depresi.

Hasil review itu mengungkapkan pola yang jelas, menurut para peneliti. Orang yang mengikuti pola makan lebih menyerupai diet Mediterania memiliki risiko 33 persen lebih rendah mengalami depresi dibanding dengan mereka yang pola makannya sangat tidak menyerupai diet Mediterania.

Terinspirasi oleh kebiasaan makan orang-orang di negara yang berbatasan dengan Laut Mediterania, jenis diet sehat ini mendorong asupan banyak buah, sayuran, minyak zaitun, kacang, dan ikan yang tinggi.

Di sisi lain, review menunjukkan “diet pro-inflamasi” (yang tinggi lemak jenuh, gula, dan makanan olahan) dapat mempengaruhi kesehatan mental dengan cara merusak. Kerusakan ini, catatan Lasalle, terjadi akibat stres oksidatif, resistensi insulin, perubahan aliran darah dan peradangan.

“Peradangan kronis dapat mempengaruhi kesehatan mental dengan mengangkut molekul pro-inflamasi ke otak,” katanya. “Itu juga dapat mempengaruhi molekul neurotransmitter yang mengatur regulasi suasana hati.”

Peradangan dan stres oksidatif dapat dicegah dengan makan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan anggur yang mengandung komponen anti-inflamasi dan antioksidan.

Tapi, review ini bukan tanpa kritik. Naveed Sattar, profesor pengobatan metabolik di Universitas Glasgow, menyarankan penelitian lebih mendalam. Menurutnya, review itu hanya studi observasional. Untuk mencari hubungan kausal, peneliti harus melakukan uji coba terkontrol.

“Itu belum cukup untuk membuktikan diet kaya tanaman dapat mencegah depresi. Sebagian bukti lain sejauh ini menunjukkan hubungan antara kesehatan mental yang buruk dengan makan yang lebih buruk,” dia berkata.

Baru-baru ini, studi lain di Italia menemukan diet Mediterania bisa membantu orang dewasa tua untuk hidup lebih lama. Itu karena diet Mediterania menurunkan risiko 25 persen dari setiap penyebab kematian.

Facebook Comments

POST A COMMENT.