Leadership yang Essiip: Memahami Klausul 5.1.1-1.2 ISO 9001.2015

 

By: Syaifulloh
Penikmat Pendiidkan

MEPNews.id —- Kepemimpinan di lembaga pendidkan membutuhkan seperangkat ketabahan dan kesabaran dalam melaksanakan 8 standar nasional pendidikan yang digariskan oleh berbagai peraturan menteri yang harus dilakukan oleh satuan pendidikan. Perjuangan untuk menjalankan sekolah/madrasah membutuhkan energi besar, disamping masalah administrasi yang begitu banyak tagihan sehingga menimbulkan suasana mencekam bagi setiap kepala Sekolah yang di deadline harus melaporkan kepada atasannya.

Pendidkan dengan berbagai macam kegiatan baik operasional maupun visioner harus dijalankan seiring sejalan agar dapat melaksanakan program-program sesuai visi, misi dan tujuan sekolah. Kegiatan operasional kepala sekolah baik dilakukan oleh Dinas pendidkan, Kemenag dan lainnya dengan berbagai macam rapat yang harus dihadiri juga membutuhkan waktu yang cukup. Ditambah berbagai macam pertemuan K3S, arisan, kegiatan gugus yang secara otomatis menambah berbagai tantangan bagi kepala Sekolah.

Berbagai rapat yang di ikuti untuk membahas berbagai peraturan terbaru dari pemerintah, bahasa kerennya di istilahkan dengan pembinaan oleh pengawas sekolah. Banyaknya peraturan yang terus bermunculan menimbulkan pendapat, seolah-oleh tugas utama pemerintah menerbitkan aturan baru dan satuan pendidikan harus siap melaksanakan berbagai aturan dalam implementasi di sekolah. Berbagai peraturan ini menjadikan kepala Sekolah seperti terbebani dalam melaksanakan kegiatan rutin yang tiada henti-hentinya untuk diselesaikan berupa laporan dengan berbagai macamnya.

Berbagai macam kegiatan kepala sekolah yang sangat banyak ini membutuhkan “Leadership yang Essip” agar dapat melaksanakan program dan kegiatan Sekolah secara seimbang dan dapat memberikan layanan kualitas terbaik bagi stakeholder sebagai pendukung lancarnya proses pendidikan. Kepemimpinan yang menjadi kekuatan terpenting demi kestabilan bersama untuk mewujudkan kebutuhan imbal balik pada semua tenaga pendidik dan kependidikan.

Bila mengacu pada standarisasi ISO menjadikan leadership/kepemimpinan sebagai salah satu prinsip manajemen mutu yg melandasi persyaratan ISO 9001- 2015, konsep kepemimpinan secara khusus dimunculkan sebagai sebuah persyaratan dalam melaksanakan layanan mutu.

Pada klausul persyaratan 5.1.1 & 5.1.2“ sisebutkan bahwa Manajemen puncak harus memperlihatkan kepemimpinan..”,. Persyaratan ini menekankan kepada pemakai standar ISO 9001 bahwa sistem manajemen mutu hanya akan efektif jika terdapat komitmen pimpinan puncak. Dan komitmen pimpinan puncak tersebut tidak cukup dengan hanya “menjalankan” fungsi manajemen saja tetapi harus juga memperlihatkan “kepemimpinan”. Dalam konteks ISO 9001:2015, nampak jelas standar memandangnya berbeda.

Jika manajemen puncak memeiliki leadhership yang essiiipp, maka Sekolah akan bergerak dinamis dengan berbagai terobosan dan program hemat biaya tapi memiliki saya dobrak capaian mutu luar biasa. Kepemimpinan a kepala Sekolah yang bisa melaksanakan fungsi manajemen dengan baik pada pemecahan masalah, pengaturan tenaga pendidik dan kependidikan, pengelolaan anggaran, penetapan instrumen kebijakan dan manajemen untuk mengintervensi serta mengendalikan kondisi sekolah., “kepemimpinan” berhubungan dengan “arah sekolah” dan bagaimana pimpinan mampu menggerakkan tenaga pendidik dan kependidikan yang dipimpinnya untuk mencapai arah tersebut.

Jadi, kepemimpinan berhubungan dengan “visi, misi, tujuan Sekolah dan “actuating” serta “motivating”. Tentunya, “visi” dipahami secara utuh indikator kunci pada “kalimat” dan menggambarkan arah jelas sebagai angan yang bisa dicapai oleh seluruh komponen sekolah.

Peran pimpinan sebagai “manajemen” seperti membuat kebijakan mutu, sasaran mutu, tugas dan wewenang, menyediakan tenaga pendidik kependidikan . Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan berhubungan langsung dengan pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Ketercapaian tujuan pendidikan sangat bergantung pada kecakapan dan kebijaksanaan kepala sekolah sebagai pemimpin. Kepala sekolah yang bertugas mengatur semua sumber organisasi dan bekerjasama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk mencapai tujuan pendidikan, inilah yang dimaksud dengan leadhership yang Essip di sekolah.

Sebagai pemimpin menurut Lipoto (1988) peranan kepemimpinan kepala sekolah adalah sebagai: (1) figurehead (symbol); (2) leader (memimpin; (3) liason (antara); (4) monitor memonitor; (5) disseminator (menyebarkan) informasi; (6) spokesmen (juru bicara); (7) entrepreneur ( wiraswasta); (8) Disturbance handler ( menangani gangguan); (9) Resource allocator e (pengumpul dana); (j) negotiator ( perunding). Semua pesanan ini diperlukan pada pelaksanaan ISO 9001:2015, kepala Sekolah yang bisa memimpin dirinya sendiri sebagai kekuatan untuk menjadi pemimpin kredibel di sekolah.

Wassalam

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.