Menerapkan Pemikiran Kreatif dalam Bisnis

Oleh: Teguh W. Utomo

Oleh: Teguh W. Utomo

MEPNews.id – Kewirausahaan membutuhkan gairah, tekad, ketekunan, dan kemampuan berinovasi. Menjalankan usaha kecil atau menengah membutuhkan keberanian dan kegilaan yang sama besarnya seperti menjalankan bisnis besar. Dari situ, atribut yang paling penting adalah kreativitas.

Pemikiran kreatif bisa diartikan sebagai cara untuk melihat masalah dan situasi dari perspektif baru. Ini juga disebut ‘berpikir out-of-the-box‘. Dari sini, kita bisa melihat pola yang tidak terlihat oleh orang lain. Kita bisa membuat hubungan antara orang, produk dan konsep yang belum pernah ada sebelumnya.

Rumit? Tidak juga. Setiap orang memiliki potensi menjadi kreatif. Kreativitas itu tidak melulu karena bakat. Kita sangat mungkin mengembangkan kreativitas dan cara berpikir kreatif sendiri. Kita punya potensi untuk menjadi kreatif. Yang penting kita mau menggali, memupuknya dan memperkuatnya.

Bagaimana caranya? Anda boleh mengembangkan metode sendiri untuk menjadi kreatif dalam bisnis. Masing-masing orang punya kepekaan dan naluri berbeda. Namun, berikut ini ada lima cara yang boleh Anda coba.

1. Asah pikiran
Pemikiran kreatif adalah memadukan pemikiran divergen dan konvergen. Pemikiran divergen adalah menemukan banyak jawaban atas satu masalah. Teknik semacam brainstorming dan mind mapping sangat efektif dalam memetakan potensi solusi atas masalah. Di sisi lain, pemikiran konvergen adalah menemukan satu jawaban terbaik untuk masalah dan menggunakan jawaban itu untuk mencoba memecahkan masalah lain. Perpaduan antara keduanya adalah teknik berpikir parallel, yang jika diterapkan dalam bisnis dapat membantu menemukan solusi unik.

2. Nikmati prosesnya
Pemikiran kreatif pada dasarnya proses siklis dan non-linier. Kuncinya adalah bersikap fleksibel, dan menyesuaikan solusi dengan masalah. Dengan kata lain, jangan memaksakan solusi. Pemikiran kreatif menghasilkan perilaku dan pola yang tidak dapat diprediksi, dengan cara menyesuaikan pendekatan pada setiap tahap proses. Jangan langsung menghakimi dan silakan berpikiran terbuka terhadap semua kemungkinan dan peluang.

3. Jadilah positif
Saat kita bahagia dan puas maka jaringan imajinasi yang melibatkan daerah di dalam korteks prefrontal dan lobus temporal di dalam otak akan bisa ditingkatkan. Keadaan pikiran positif semacam ini lah pemicu arus kreatif.

4. Merenung
Bebaskan diri untuk melamun, berkhayal hingga merenung. Kita telah begitu terkondisikan untuk percaya bahwa kita membuang-buang waktu atau tidak produktif bila hanya duduk diam. Sebaliknya, inkubasi gagasan bisa terjadi dalam kondisi ini. Kita bisa mendapat semacam ‘ilham’ untuk melakukan sesuatu.

5. Berkolaborasi
Kalau ada yang bilang kita hanya butuh mitra yang berpikiran sama, dan kemitraan yang tidak konflik, jangan dituruti. Bekerja dengan orang-orang yang tidak sepenuhnya sejalan dengan Anda sebenarnya sama pentingnya dengan bekerja bersama orang yang sepemikiran. Justru perselisihan, diskusi, pertentangan, kompromi dengan orang yang tidak sejalan juga bisa membantu kita memperbaiki keyakinan dan nilai kita sendiri. Kolaborasi yang efektif adalah strategi yang menstimulasi ide kreatif, mendorong semangat kreatif, dan mengilhami keyakinan yang lebih kuat terhadap gagasan kita sendiri.

Selamat mencoba!

Penulis adalah:
* Praktisi media, aktivis literasi, trainer motivasional
* bisa ditengok di cilukbha@gmail.com, Facebook.com/teguh.w.utomo, Instagram.com@teguh_w_utomo

Facebook Comments

POST A COMMENT.