Maba Unej Digembleng di Rindam V Brawijaya

MEPNews.id – Sebanyak 7.240 mahasiswa baru Universitas Jember mengikuti pelatihan Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan di Sekolah Calon Bintara (SCABA) Rindam V Brawijaya, Jember. Pelatihan ini rangkaian acara Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) dan Pembinaan dan Pengembangan Mahasiswa Baru (P2MABA) Universitas Jember Tahun 2018.

“Hari ini, 1.226 mahasiswa mengikuti pelatihan. Nantinya, secara bertahap seluruh mahasiswa baru mendapatkan pelatihan yang sama. Kelompok pertama ini mahasiswa baru dari kampus Bondowoso dan kampus Lumajang, sebagiannya dari kampus Jember,” ujar Zulfikar, Wakil Rektor I, saat mengecek kesiapan di SCABA Rindam V Brawijaya, Jember, 17 September 2018.

Sebagaimana dikabarkan situs resmi unej.ac.id, Zulfikar mengatakan pelatihan ini untuk membentuk mahasiswa berkarakter. Mahasiswa yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi dan peduli pada keadaan bangsa dan negara Indonesia. “Selain itu, untuk membentuk pribadi mahasiswa disiplin dan memiliki rasa kebersamaan tinggi antar sesama, sehingga bisa bekerja sama dengan baik untuk menunjang kesuksesan proses belajar.”

Tahun lalu, mahasiswa baru juga diberikan pelatihan bela negara dan wawasan kengsaan tapi pelaksanaannya di lingkungan kampus. “Ada tiga hal penting mengapa pelatihan dilakukan di SCABA. Pertama, motivasi mahasiswa untuk ikut pelatihan lebih besar. Kedua, menciptakan kebersamaan antar mahasiswa. Ketiga, mahasiswa lebih disiplin waktu,” pungkas Zulfikar.

Ahmad Fauzi, Komandan SCABA Ridam V Brawijaya, mengatakan pelatihan bela negara dan wawasan kebangsaan harus diberikan kepada seluruh rakyat Indonesia khususnya pelajar. “Saat ini gerakan-gerakan radikalisme semakin masif. Mereka mulai menyisir kaum muda, seperti halnya mahasiswa, untuk ditarik menjadi anggota. Oleh karena itu, penting kita membentengi para pemuda dengan wawasan kebangsaan agar mereka semakin mencintai NKRI.”

Menurut Fauzi, pelatihan bela negara menjadi poin terpenting mengawali proses pendidikan mahasiswa baru. Karena, perkembangan teknologi informasi dapat berdampak baik dan bisa berdampak buruk pada mereka. Jika tidak dibekali mental cukup, mereka cendrung lebih mudah mengikuti arus negatif merongrong keutuhan NKRI.

“Oleh karena itu perlu diberikan pemahaman kepada para mahasiswa agar bersama-sama ikut menjaga keutuhan NKRI. Hal itu dilakukan sesuai tugas pokok dan fungsi mereka. Mahasiswa tugasnya belajar dengan baik dan berkarya dengan baik untuk kemajuan bangsa Indonesia,” pungkas Fauzi. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.