Sifat Berontak Itu Mungkin Tanda IQ Tinggi

MEPNews.id – Orang-orang dengan kecerdasan lebih tinggi lebih cenderung berfikiran, bersikap, dan bertindak secara orisinal, offbeat dan malahan suka memberontak. Mereka biasanya memiliki gaya berbeda, biasa individualis dan tidak suka mengikuti yang biasa dilakukan orang banyak. Mereka menjadi non-konformis karena tidak takut melanggar kebiasaan dalam masyarakat.

Dr Jeremy Dean, dalam PsyBlog edisi 17 September 2018, mengulas laporan penelitian Catharine R. Gale, Ian J. Deary, Ingrid Schoon, dan G. David Batty berjudul ‘IQ in childhood and vegetarianism in adulthood: 1970 British cohort study’ yang dimuat dalam British Medical Journal pada 2007.

Menjadi cerdas, memang banyak untungnya. Namun, para peneliti juga mengingatkan, menjadi non-konformis bisa membawa bahayanya sendiri. “Perilaku yang tidak konformis dapat mengancam kepemilikan kelompok sosial, atau memiliki potensi memperbesar jarak psikologis dari orang lain. Orang yang menyimpang dari kelompok lebih mungkin dihukum, ditertawakan, atau bahkan ditolak oleh anggota lainnya dalam kelompok. Sementara, bertindak dengan cara tidak konformis cenderung kurang berrisiko bahaya bagi orang-orang yang kurang cerdas.”

Kesimpulan ini didapat dari penelitian kecil terhadap 46 orang tentang ‘kebutuhan untuk jadi unik’ mereka dan menguji kecerdasan mereka. Para responden ditanya apakah mereka setuju dengan beberapa pernyataan, antara lain:

– “Saya tidak selalu harus hidup dengan aturan dan standar masyarakat.”
– “Saya cenderung mengungkapkan pendapat secara terbuka, tak peduli apa yang dikatakan orang lain.”
– “Ketika gaya pakaian saya menjadi terlalu biasa, saya langsung berhenti memakainya.”

Hasilnya menunjukkan, orang dengan IQ lebih tinggi lebih cenderung mendukung pernyataan yang menunjukkan preferensi pada keunikan.

Orang yang lebih cerdas cenderung lebih banyak akal sehingga lebih percaya diri untuk mandiri. Para peneliti menuliskan: “Semakin cerdas seseorang, semakin tidak bergantung ia pada kelompok untuk mendapatkan sumber daya. Ini berarti bahwa orang-orang yang sangat cerdas dapat menunjukkan perilaku yang lebih tidak konformis, karena kapasitas mereka untuk mengamankan sumber daya dalam isolasi. Itu karena kecerdasan umum meningkatkan kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan norma kelompok yang makin menurun.” (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.