Wuihh… Rollercoaster Sembuhkan Batu Ginjal

MEPNews.id – Apa yang terjadi bila ada endapan batu yang menyumbat ginjal Anda? Biasanya, dokter akan memeriksa kondisi kecil atau besarnya batu ginjal Anda. Lalu, saran standar dokter bisa di sekitar minum air lebih banyak, memberi obat tertentu, hingga prosedur operasi khusus.

Tapi, sebagaimana dikabarkan Adam Forrest dalam Independent edisi 15 September 2018, para ilmuwan di Amerika Serikat menemukan cara aneh untuk meluruhkan batu ginjal. Ternyata, naik rollercoaster bisa jadi cara efektif. Bahkan, teknik aneh itu mendapat penghargaan Ig Nobel 2018.

Upacara pemberian penghargaan ke-28 ini dilangsungkan di Harvard University dan dihadiri sejumlah penerima Nobel. Seleksi penghargaan ini diselenggarakan majalah Annals of Improbable Research untuk merayakan temuan ilmiah yang aneh-tapi-benar. Karya ilmiah yang tidak biasa namun praktis, yang ‘membuat Anda tertawa, lalu membuat Anda berpikir’.

Nah, penghargaan untuk bidang medis diberikan kepada tim ilmuwan dari Michigan State University di bawah komando Profesor David Wartinger yang meneliti efisiensi rollercoaster dalam membantu orang-orang meluruhkan batu ginjal lebih cepat.

Profesor Wartinger mulai mengeksplorasi subjek itu ketika salah seorang pasiennya menikmati Thunder Mountain di Disney World Florida dan batu ginjalnya rontok. Lalu, tim medisnya membangun model sistem renal dan mengujinya di berbagai wahana untuk membuktikan teori tersebut. Nah, sekarang dia berani merekomendasikan naik rollercoaster bagi penderita batu ginjal.

Rollercoaster benar-benar mengguncang batu ginjal hingga rontok,” kata Profesor Wartinger dalam acara Today di BBC Radio 4. “Siapa pun yang ingin mendapatkan manfaat dari penelitian kami harus naik rollercoaster. Tidak harus yang sangat cepat, tetapi yang bergerak cepat, kasar, banyak naik-turun dan miring kiri-kanan. Sementara, coaster sangat cepat hingga 100 mil per jam dan yang jatuh puluhan meter tidak terlalu berfungsi.”

Ia juga mengakui, “Saya tidak tahu tentang konsensus umumnya. Tapi, saya dapat katakan selama dekade terakhir, kami sudah paham tentang penelitian ini dan kami telah merekomendasikannya untuk pasien dengan hasil sukses besar.”

Untuk bidang biologi, hadiah diberikan kepada sekelompok peneliti internasional ahli anggur yang dapat mengidentifikasi keberadaan bahkan seekor lalat dalam gelas anggur hanya dengan penciuman. Seorang dokter Jepang yang merancang teknik self-colonoscopy memenangkan ‘hadiah pendidikan kedokteran’. Peneliti Spanyol memenangkan ‘hadiah perdamaian’ karena bisa mengukur efek caci-maki saat mengemudi. Dr James Cole, dosen arkeologi dari Universitas Brighton, membawa pulang ‘hadiah gizi’ karena bisa menghitung nilai kalori dari makan tubuh manusia saat manusia purba melahap anggota spesies mereka sendiri untuk alasan gizi. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.