Pak H

Oleh: Moh. Husen

MEPNews.id —- Ini wirid agar keluar dari kegelapan dan kebuntuan. Melalui tulisan ini saya menyarankan kepada Pak H agar sebanyak-banyaknya mewiridkan doanya Nabi Yunus tatkala berada di dalam perut ikan Nun yang sangat raksasa itu. Yang sangat ganas menelannya. Bagi penggali hikmah, siapakah Pak H ini, tidaklah menjadi penting. Dia bukan penjual kopi atau tukang pijat urut. Celakanya nama saya juga H. Tapi bukan H saya. Pokoknya Pak H ya Pak H.

Begitu Nabi Yunus masuk termakan dalam perut ikan Nun akibat kurang sabar dan lantas meninggalkan umatnya itu, Nabi Yunus baru menyadari betapa dia sangat dholim kepada dirinya sendiri. Nabi Yunus tidak menyalahkan orang lain yang ingkar dan bahkan telah menganiaya dirinya dengan segala cercaan hinaan rasa tak percaya bahwa Nabi Yunus merupakan Rasul pembawa amanah Allah. Akan tetapi di dalam gelapnya tubuh ikan Nun itu, Nabi Yunus justru menyatakan berulang-ulang kali kepada Allah mengenai kedholiman dirinya sendiri.

Dalam gelap, pusing dan buntu di perut ikan Nun itu, Nabi Yunus berulang-ulang menyatakan kepada Allah: La ilaha illa Anta, subhanaka inni kuntu minaddholimin. Tidak ada Tuhan selain Engkau ya Allah, maha suci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang dholim. Nabi Yunus tak lagi menyalahkan siapa-siapa yang berada diluar dirinya, melainkan menyalahkan dirinya sendiri. Pararel dengan ungkapan tak ada murid yang bodoh, yang ada guru yang kurang bijaksana. Begitu juga dengan umat Nabi Yunus. Nabi Yunus lantas menatap dirinya sendiri. Dan atas izin Allah Nabi Yunus keluar dari perut ikan Nun.

Bay the way alias ngomong-ngomong apakah sebenarnya Pak H benar-benar minta saran semacam itu kepada saya? Apakah dengan demikian tidakkah saya semacam menuduh Pak H tidak memiliki ilmu pengetahuan yang sangat hebat dan top markotop sehingga harus perlu sambat ke Tuhan? Tidak. Pak H tidak pernah meminta saran kepada saya. Pak H sangat mengerti positioning maqom saya, sehingga sangat mustahil Pak H curhat ke saya.

Justru karena maqom saya yang sangat jauh itu, saya sok memberikan semacam saran kepada Pak H. Lha wong saya sendiri sedang gelap dan buntu. Mestinya saran wirid tersebut sangat cocok buat diri saya sendiri. Demikianlah saya yang gelap ini keliru dan terbalik memberikan sebuah saran. Maklumlah potensi keliru dalam keadaan gelap sangat tinggi. Untunglah nama saya juga H. Jadinya lumayan klop bahwa wirid tersebut justru sangat harus buat saya sendiri.

Semoga Pak H tertawa gembira membaca tulisan saya ini dan misuh-misuh: “Jangkrik Husen iku, hahahaha….” (Banyuwangi, 15 September 2018)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.