Ajak Ngobrol Batita agar IQ-nya Meningkat

MEPNews.id – Ayah, Bunda, luangkan lebih banyak waktu untuk mengobrol dengan anak batita Anda. Bukan sekadar ngudang untuk lucu-lucuan, tapi berbicara beneran seperti orang mengobrol. Berbicara yang berkelanjutan dan bermuatan kognitif. Kenapa? Mengobrol dengan orang lebih dewasa bisa meningkatkan IQ dan kemampuan bahasa anak usia di bawah tiga tahun.

Jerriann Sullivan dalam ScarryMommy edisi 12 September 2018 mengutip penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics milik American Academy of Pediatrics. Hasil penelitian menunjukkan, batita yang banyak berbicara ketika ngobrol dengan orang dewasa mendapatkan nilai 14 hingga 27 persen lebih tinggi pada tes IQ, pemahaman verbal, serta kosa kata reseptif dan ekspresif.

Jadi, meski batita mungkin belum menggunakan kata-kata nyata, orang tua harus tetap menjaga agar percakapan terus mengalir. “Orangtua perlu menyadari pentingnya berinteraksi dengan anak-anak yang masih sangat muda dan bahkan belum bisa banyak berbicara,” kata Jill Gilkerson, penulis utama penelitian. “Semakin banyak interaksi, semakin baik.”

Gilkerson dan tim penelitinya mempelajari anak-anak usia 18 – 24 bulan selama enam bulan. Mereka merekam orang dewasa yang berbicara kepada anak-anak, dan merekam obrolan mereka. Para peneliti kemudian mendatangi kembali anak-anak yang sama ketika berusia 9 – 14 tahun untuk menguji kemampuan IQ dan bahasa.

Dalam laporan penelitian, para peneliti menuliskan, “Obrolan dan interaksi dalam usia dini, khususnya selama ‘jendela perkembangan’ relatif sempit 18 – 24 bulan, ternyata dapat digunakan untuk memprediksi kemampuan berbahasa dan hasil kognitif saat usia sekolah.”

Gilkerson menambahkan, “Banyak perubahan perkembangan spesifik terjadi saat ini. Perubahan ini menambahkan banyak kosakata dan menyusun kata-kata untuk membentuk kalimat. Maka, penting bagi keluarga untuk menggabungkan lingkungan pembelajaran bahasa di rumah.”

Dokter anak Alan Mendelsohn dan Perri Klass, yang tidak terlibat dalam penelitian, berkomentar ini membuahkan hasil yang sangat penting. Mereka menambahkan, “Dengan menunjukkan interaksi verbal antara orang tua dan anak pada anak usia dini bisa memprediksi hasil di masa berikutnya, penelitian ini memberikan kontribusi besar bagi pemahaman tentang perkembangan anak.” (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.